PERANG GAZA
2 menit membaca
Pasukan Israel menyita kapal bantuan 'Madleen' yang menuju Gaza, menyeretnya ke Israel
Freedom Flotilla Coalition, penyelenggara gerakan ini mengatakan bahwa tentara Israel telah "menculik" para aktivis yang berada di atas kapal Madleen.
Pasukan Israel menyita kapal bantuan 'Madleen' yang menuju Gaza, menyeretnya ke Israel
Terdapat 12 orang total di kapal Madleen, termasuk 11 aktivis dan satu jurnalis. / AA
9 Juni 2025

Pasukan Israel menyita kapal bantuan menuju Gaza bernama Madleen dan menariknya ke Israel, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel pada Minggu malam. Kementerian tersebut menambahkan bahwa para aktivis di atas kapal akan dideportasi ke negara asal mereka.

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di X, kementerian tersebut mengatakan bahwa kapal tersebut “sedang menuju ke pantai Israel” dan bahwa “penumpang diharapkan kembali ke negara asal mereka.”

Freedom Flotilla Coalition menyatakan bahwa tentara Israel telah “menculik” para aktivis yang berada di atas kapal Madleen.

Sebelumnya, pasukan angkatan laut Israel menaiki kapal Madleen di perairan internasional, menurut koalisi tersebut, yang juga menyebutkan bahwa komunikasi dengan kapal telah terputus.

Rekaman langsung sebelumnya menunjukkan kapal-kapal Israel mengelilingi kapal tersebut, dengan tentara memerintahkan para aktivis di atas kapal untuk mengangkat tangan.

Anggota Parlemen Eropa asal Prancis-Palestina, Rima Hassan, mengatakan bahwa sirene berbunyi di atas kapal Madleen setelah drone menyemprotkan cairan kimia putih ke kapal tersebut.

Pelapor Khusus PBB Francesca Albanese mengonfirmasi bahwa dua drone terlihat di atas kapal, menggambarkan drone tersebut sebagai “berbahaya.”

Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan bahwa angkatan laut mereka telah menginstruksikan kapal Madleen untuk mengubah arah karena mendekati apa yang mereka sebut sebagai “area terbatas.”

Madleen, sebuah kapal sepanjang 18 meter, berlayar menuju Gaza pada 1 Juni dari Pelabuhan San Giovanni Li Cuti di Catania, Sisilia, sebagai bagian dari misi terbaru yang diorganisir oleh Koalisi Freedom Flotilla untuk mematahkan blokade Israel dan mengirimkan bantuan ke Gaza.

Sebanyak 12 orang berada di atas kapal, termasuk 11 aktivis dan satu jurnalis.

Menurut penyelenggara gerakan tersebut, kapal tersebut membawa pasokan yang sangat dibutuhkan untuk masyarakat Gaza, termasuk susu formula bayi, tepung, beras, popok, produk sanitasi wanita, alat desalinasi air, perlengkapan medis, tongkat penyangga, dan prostetik anak-anak.

SUMBER:AA