Korea Selatan akan menyelesaikan kontrak pertahanan senilai sekitar $6 miliar untuk mengekspor batch tambahan tank K2 Black Panther ke Polandia akhir bulan ini, menandai ekspor senjata tunggal terbesar Seoul hingga saat ini, menurut laporan Yonhap yang mengutip sumber pemerintah.
Seorang pejabat industri pertahanan mengonfirmasi kepada Yonhap bahwa upacara penandatanganan dijadwalkan berlangsung di Polandia akhir bulan ini pada hari Selasa.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Polandia akan menerima 180 tank K2. Dari jumlah tersebut, 117 unit akan diproduksi oleh kontraktor pertahanan Korea Selatan, Hyundai Rotem Co., sementara sisanya akan diproduksi secara lokal di Polandia oleh perusahaan pertahanan milik negara, PGZ.
Kekhawatiran keamanan yang berlanjut
Kesepakatan ini awalnya diharapkan selesai pada akhir 2023, tetapi tertunda karena perkembangan politik di kedua negara, termasuk ketidakstabilan internal di Korea Selatan setelah upaya darurat militer yang gagal pada bulan Desember.
Kontrak ini merupakan bagian dari dorongan yang lebih luas oleh Polandia untuk memperkuat kemampuan militernya di tengah kekhawatiran keamanan yang berlanjut akibat perang Rusia-Ukraina.
Pada tahun 2022, Warsawa menandatangani serangkaian kesepakatan pertahanan dengan Korea Selatan, termasuk perjanjian untuk memperoleh tank K2, howitzer swagerak K9, dan pesawat serang ringan FA-50.








