DUNIA
1 menit membaca
Serangan Islamofobia di Australia dilaporkan mencapai 'tingkat krisis' selama dua tahun terakhir
Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa wanita Muslim menjadi target serangan yang tidak proporsional, dengan seperempat insiden terkait dengan sentimen pro-Palestina di tengah perang Israel di Gaza.
00:00
Serangan Islamofobia di Australia dilaporkan mencapai 'tingkat krisis' selama dua tahun terakhir
Menurut laporan tersebut, perempuan Muslim menjadi sasaran 60 persen serangan fisik / AA
13 Maret 2025

Serangan Islamofobia di Australia telah mencapai "tingkat krisis," dengan insiden pelecehan terhadap Muslim meningkat lebih dari dua kali lipat dalam dua tahun terakhir, menurut penelitian terbaru.

Insiden-insiden ini dilaporkan terjadi antara Januari 2023 hingga November 2024, berdasarkan laporan baru dari Islamophobia Register of Australia yang disusun oleh peneliti dari Monash dan Deakin University.

Menurut laporan tersebut, wanita dan gadis Muslim menjadi target dalam 60 persen serangan fisik, 79 persen serangan verbal, dan semua insiden mencakup tindakan meludah, yang hampir semuanya dilakukan oleh laki-laki.

Secara keseluruhan, laporan tersebut memperkirakan terdapat 309 insiden langsung.

‘Masalah ini tidak bisa diabaikan’

Para peneliti yang terlibat dalam studi ini menganalisis data dari ratusan laporan yang dibuat ke Islamophobia Register of Australia, selain 18.000 unggahan media sosial yang dibagikan di X selama periode tersebut.

Seperempat dari semua insiden yang tercatat dalam studi ini melibatkan pelecehan terhadap orang-orang yang secara jelas menunjukkan dukungan terhadap sentimen pro-Palestina setelah serangan 7 Oktober 2023 oleh kelompok perjuangan Palestina, Hamas, terhadap Israel.

Nora Amath, direktur eksekutif Islamophobia Register of Australia, mengatakan bahwa data tersebut menunjukkan masalah ini tidak bisa diabaikan oleh pihak berwenang.

"Bukti-buktinya tidak terbantahkan. Islamofobia bukan hanya nyata tetapi telah mencapai tingkat krisis di Australia," tegasnya dalam sebuah pernyataan.

Jelajahi
Muslim di Türkiye, Oman, Singapura, Australia akan memulai puasa Ramadan pada hari Kamis
Dari pelaku kejahatan seksual hingga finansier kontroversial: Apakah Epstein agen rahasia Mossad?
Vatikan tak akan bergabung dalam “Board of Peace” Trump: Diplomat Senior
Prabowo tiba di Washington, siap bahas perdagangan dan hadiri KTT BoP Gaza
Durasi waktu puasa yang dijalani umat Muslim selama bulan Ramadan
Bagaimana senjata Israel 'menghancurkan' Palestina dan mengapa itu merupakan kejahatan perang
Konsorsium Irak-UEA berencana membangun jaringan kabel data cepat senilai $700 juta
Konsesi lahan menjadi fokus dalam pembicaraan perdamaian Rusia-Ukraina di Jenewa
Serangan teroris pada pos polisi Pakistan menewaskan dua orang, termasuk seorang anak
Australia menolak pulangkan warga negaranya dari Suriah terkait dugaan hubungan dengan Daesh
Iran menyerukan agar AS bernegosiasi secara independen dari pengaruh Israel
Jepang mulai kembali uji coba operasi di pembangkit nuklir terbesar di dunia
Indonesia terima dua jet T-50i dari Korea Selatan perkuat armada TNI AU
8.000 prajurit disiapkan, Indonesia targetkan kesiapan misi Gaza pada Juni 2026
Prabowo bertolak ke Washington DC, temui Donald Trump bahas kerja sama strategis
Kasus perdata bersejarah menuntut ganti rugi dari militer Myanmar atas genosida Rohingya
Iran menunjukkan kesiapan untuk berkompromi dalam pembicaraan nuklir jika AS cabut sanksi
Jepang mengecam China atas tuduhan kebangkitan militerisme
Ledakan kembang api mematikan guncang China jelang Tahun Baru Imlek
Teheran bentuk komisi pencari fakta setelah ribuan orang tewas dalam aksi protes