IKLIM
2 menit membaca
Badai tropis Penha tewaskan empat orang, sebabkan ribuan warga Filipina mengungsi
Badai Tropis Penha menyebabkan hujan deras, menyebabkan banjir dan longsor di Mindanao yang menewaskan setidaknya empat orang, memindahkan lebih dari 6.000 warga, dan menahan ribuan penumpang di pelabuhan udara dan laut.
Badai tropis Penha tewaskan empat orang, sebabkan ribuan warga Filipina mengungsi
Anggota Angkatan Laut Filipina membersihkan jalan dari pohon yang tumbang akibat Badai Tropis Bualoi di Filipina pada 26 September 2025. / Arsip AP
3 jam yang lalu

Badai tropis memicu banjir dan tanah longsor di selatan Filipina, menewaskan sedikitnya empat orang, menggusur lebih dari 6.000 orang, dan membuat warga terperangkap di rumah-rumah di dua desa yang terendam, kata pejabat pada hari Jumat.

Badai Tropis Penha menghantam daratan di provinsi Surigao del Sur bagian tenggara dari Samudra Pasifik pada malam Kamis. Badai terakhir dilacak pada Jumat sekitar tengah hari di lepas pantai provinsi Bohol bagian tengah dengan angin bertahan hingga 55 kilometer per jam dan hembusan hingga 70 kilometer per jam, menurut para peramal cuaca.

Sepasang suami istri dan dua anak tewas pada Kamis malam ketika gubuk mereka tertimbun longsoran di sebuah area tambang yang disebabkan hujan deras di sebuah desa di bagian selatan kota Cagayan de Oro, kata Antonio Sugarol, direktur regional Office of Civil Defense.

Di bagian selatan kota Iligan, sekitar 55 kilometer barat daya Cagayan de Oro, seorang warga menelepon jaringan radio DZMM pada hari Jumat dan memohon diselamatkan dari lantai dua rumahnya ketika air banjir naik dan menjebak dia serta tiga anggota keluarga lainnya.

TerkaitTRT Indonesia - 1,4 juta orang dievakuasi saat badai topan mematikan Fung-wong hantam Filipina

"Tim penyelamat sedang dalam perjalanan," kata Sugarol kepada warga yang panik itu lewat radio, seraya mengatakan keluarga lain sedang diselamatkan di desa Mahayahay dan Tubod di kota Iligan.

Lebih dari 6.000 penduduk desa mengungsi akibat badai, termasuk sekitar 5.800 yang pindah ke pusat-pusat evakuasi di provinsi selatan dan tengah. Kegiatan belajar dihentikan di banyak daerah, kata Office of Civil Defense.

Hampir 5.000 penumpang dan pekerja kargo terdampar di 94 pelabuhan setelah feri penumpang antarpulau dan kapal kargo sementara waktu dilarang berlayar ke laut yang bergelombang, kata Penjaga Pantai Filipina.

Badai tropis juga memaksa pembatalan puluhan penerbangan di Filipina, membuat ribuan penumpang terdampar di bandara.

Otoritas Penerbangan Sipil Filipina (Caap) melaporkan bahwa 32 penerbangan dibatalkan sejak Kamis, memengaruhi 7.737 penumpang, menurut media lokal Inquirer.

Badai yang memiliki pita hujan dan angin selebar 660 kilometer itu datang menjelang musim panas ketika jumlah badai yang melanda kepulauan Filipina paling sedikit, kata peramal cuaca pemerintah Robert Badrina.

Penha diperkirakan akan melemah menjadi depresi tropis pada Jumat nanti saat bergerak ke barat laut melintasi provinsi-provinsi pulau tengah menuju provinsi Palawan bagian barat, kata badan cuaca negara itu.

Filipina dilanda sekitar 20 topan dan badai setiap tahun. Negara ini juga sering dilanda gempa bumi dan memiliki lebih dari selusin gunung berapi aktif, menjadikannya salah satu negara yang paling rawan bencana di dunia.

SUMBER:TRT World & Agencies