DUNIA
2 menit membaca
Serangan granat saat perayaan Tahun Baru di Filipina Selatan lukai 22 orang
Insiden ini kembali menyoroti tantangan keamanan di wilayah Filipina selatan, khususnya pada momen-momen perayaan besar, ketika konsentrasi massa meningkat dan pengamanan harus diperketat secara maksimal.
Serangan granat saat perayaan Tahun Baru di Filipina Selatan lukai 22 orang
Aparat memperketat penjagaan di sejumlah titik untuk mencegah potensi serangan lanjutan selama proses penyelidikan berlangsung. / Arsip Reuters
1 Januari 2026

Sedikitnya 22 warga mengalami luka akibat ledakan granat yang terjadi saat perayaan Tahun Baru 2026 di Barangay Dalapitan, Matalam, Provinsi Cotabato Utara, Filipina selatan, pada Kamis dini hari.

Menurut laporan Philippine News Agency (PNA), pihak kepolisian setempat mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi tak lama setelah tengah malam, ketika warga berkumpul di pinggir jalan nasional untuk menyambut pergantian tahun. Berdasarkan keterangan saksi, dua pria yang mengendarai sepeda motor mendekati lokasi keramaian sebelum salah satunya melemparkan granat jenis fragmentasi ke arah kerumunan.

Ledakan terjadi beberapa detik kemudian, menyebabkan serpihan logam menghantam para peserta perayaan. Mayoritas korban dilaporkan mengalami luka akibat pecahan granat, terutama di bagian bawah tubuh. Seluruh korban segera dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis di sejumlah rumah sakit di wilayah tersebut. Hingga kini, aparat belum merilis kondisi terkini para korban.

Setelah melancarkan serangan, kedua pelaku melarikan diri ke arah yang belum diketahui. Kepolisian Cotabato Utara langsung melakukan perburuan besar-besaran di seluruh wilayah provinsi, dengan melibatkan koordinasi bersama pejabat daerah dan masyarakat setempat guna mengidentifikasi para pelaku.

Sebagai langkah pengamanan, aparat juga memperketat penjagaan di sejumlah titik untuk mencegah potensi serangan lanjutan selama proses penyelidikan berlangsung.

Gubernur Cotabato Utara, Emmylou Mendoza, mengecam keras aksi kekerasan tersebut dan memerintahkan aparat penegak hukum untuk segera menangkap para pelaku.

“Kekerasan tidak memiliki tempat di provinsi ini. Mereka yang bertanggung jawab harus diadili di pengadilan,” kata Mendoza dalam pernyataan resminya pada Kamis.

Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan memastikan seluruh kebutuhan medis korban terpenuhi. Sesuai arahannya, otoritas daerah kini memprioritaskan penanganan korban luka akibat ledakan tersebut.

Insiden ini kembali menyoroti tantangan keamanan di wilayah Filipina selatan, khususnya pada momen-momen perayaan besar, ketika konsentrasi massa meningkat dan pengamanan harus diperketat secara maksimal.

TerkaitTRT Indonesia - Sydney merayakan tahun baru di bawah pengamanan ketat setelah serangan di Bondi
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi