IKLIM
2 menit membaca
Indonesia fokus pada CCS sebagai kunci pengurangan emisi dan pertumbuhan investasi
Indonesia memprioritaskan pengurangan emisi dan investasi dalam penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS), fokus yang diperkuat pada Forum Jaringan CCUS Asia ke-5 di Jakarta.
Indonesia fokus pada CCS sebagai kunci pengurangan emisi dan pertumbuhan investasi
Logo Kementerian ESDM.

Pemerintah Indonesia menegaskan kembali dua prioritasnya dalam mengembangkan industri penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS): mengurangi emisi karbon dan menarik investasi baru.

“Prioritas utama pemerintah adalah memastikan bahwa inisiatif ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan emisi tetapi juga menciptakan peluang investasi,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis pada 5th Asia Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) Network Forum di Jakarta.

Sulaeman menggarisbawahi bahwa potensi geologi Indonesia yang besar dan kerangka regulasi yang mendukung memberikan fondasi yang kuat bagi negara ini untuk memposisikan diri sebagai pusat regional untuk CCS. 

Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan negara-negara tetangga akan sangat penting dalam mengubah potensi ini menjadi proyek-proyek nyata.

Acara ini diselenggarakan bersama oleh Kementerian ESDM, Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI), Lembaga Penelitian Ekonomi ASEAN dan Asia Timur (ERIA), Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), dan Pusat Unggulan CCS dan CCUS Indonesia.

Presiden ERIA, Tetsuya Watanabe, menekankan bahwa mencapai kemajuan dalam pengembangan CCS membutuhkan kolaborasi lintas batas. 

"Forum ACN ke-5 menggarisbawahi pentingnya kerja sama regional dalam CCS dan pemulihan karbon. Tantangan-tantangan ini tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja," ujarnya, seperti dikutip Antara News.

Watanabe lebih lanjut mencatat bahwa regulasi yang harmonis, investasi infrastruktur yang berkelanjutan, dan kepercayaan antar pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat merupakan kunci untuk mewujudkan tujuan-tujuan ini. 

Ia menekankan bahwa Jaringan CCUS Asia menawarkan platform unik untuk memupuk kepercayaan ini dan mengubah visi bersama menjadi proyek-proyek yang dapat ditindaklanjuti.

TerkaitTRT Global - Indonesia dan Arab Saudi menandatangani kesepakatan senilai $27 miliar di bidang energi dan industri

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Dampak psikologis krisis iklim
5000+ titik panas picu suhu ekstrem, BMKG peringatkan risiko karhutla di tengah ancaman El Nino
Sungai Ciliwung menyusut, ancaman kekeringan akibat El Nino mengintai Indonesia
BMKG perluas peringatan cuaca ekstrem, 13 provinsi berstatus waspada
Indonesia dan D-8 dorong persatuan kepentingan iklim global jelang COP31 di Türkiye
Hujan deras menyebabkan atap rumah runtuh di barat laut Pakistan, menewaskan 11 orang
Lebih dari 260.000 warga dievakuasi akibat Topan Bavi di Liaoning, China
Banjir tewaskan 39 orang di selatan China saat kerusakan bendungan memperburuk bencana
El Nino diproyeksikan capai level ekstrem, risiko cuaca global meningkat
Pemerintah Indonesia siapkan 1,4 juta hektare hutan untuk masyarakat adat dalam skema karbon
Badai di China tewaskan lima belas orang, lukai ratusan
Viral pendakian mandiri di Pasar Bubrah, BPPTKG peringatkan ancaman erupsi mendadak Merapi
Spanyol laporkan lebih dari 1.000 kematian akibat gelombang panas pada Juni
Gempa berkekuatan 6,0 magnitudo guncang lepas pantai barat Meksiko
BMKG waspadai El Nino 2026 kuat, Jawa hingga Papua Selatan masuk wilayah terdampak
Super El Nino mengancam, Indonesia masuk zona bahaya kabut asap parah
Indonesia siap pimpin solusi iklim global berbasis hutan
Gelombang panas ekstrem meningkat di seluruh Eropa, Spanyol laporkan 212 kematian terkait
Think tank Singapura peringatkan risiko kabut asap lintas batas tinggi di Asia Tenggara pada 2026
Dampak kemarau mulai meluas, Kabupaten Klaten hadapi karhutla dan krisis air bersih sekaligus