Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam forum Board of Peace (BoP) adalah untuk kepentingan rakyat Palestina khususnya di Gaza, tidak mengubah posisi politik luar negeri terhadap Israel.
Kementerian Luar Negeri RI menepis kekhawatiran publik Indonesia. Juru bicara kementerian, Vahd Nabyl A Mulachela, mengatakan partisipasi Indonesia murni didasarkan pada mandat kemanusiaan.
“Kehadiran Indonesia di BoP tidak dimaknai sebagai normalisasi hubungan politik dengan pihak manapun, atau sebagai legitimasi terhadap kebijakan negara manapun,” kata Vahd Nabyl A. Mulachela di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Penjelasan ini muncul setelah PM Israel Benjamin Netanyahu menyetujui keikutsertaan Israel sebagai anggota dewan tersebut saat melakukan kunjungan ke Washington. Hal yang diumumkan Presiden Trump kemarin, menjelang pertemuan perdana tingkat pemimpin pada 19 Februari mendatang.
Istana Negara telah telah mengonfirmasi kehadiran Presiden Prabowo dalam forum tersebut.
‘Dorong peran aktif Otoritas Palestina’
Nabyl menambahkan bahwa keanggotaan Indonesia bertumpu pada resolusi Dewan Keamanan PBB tahun 2025 yang menekankan perlindungan warga sipil dan penyaluran bantuan kemanusiaan.
Selain itu, Indonesia ingin berkontribusi pada pemulihan stabilitas serta upaya rekonstruksi Gaza pasca perang.
“Indonesia memandang bahwa melibatkan para pihak yang bertikai merupakan bagian dari jalur menuju perdamaian. Kami akan mendorong peran aktif Otoritas Palestina dan memastikan setiap proses berpihak pada kepentingan rakyat Palestina,” kata Nabyl.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia juga mengonfirmasi bahwa mereka sedang menyiapkan antara 5.000 hingga 8.000 prajurit untuk kemungkinan misi kemanusiaan di Gaza dibawah skema Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) dan BoP yang dipimpin oleh AS.
Pemerintah juga menegaskan kembali dukungannya terhadap solusi dua negara sebagai kerangka utama penyelesaian konflik Israel–Palestina.
BoP dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump dan dibentuk untuk memantau gencatan senjata di Gaza yang dilanda konflik akibat perang genosida Israel selama dua tahun. Indonesia tercatat sebagai salah satu anggota pendiri dan berencana menyetor dana awal sebesar US$1 miliar.
Agenda utama pertemuan pekan depan disebut akan mencakup penggalangan dana untuk rekonstruksi Gaza. Di sela kunjungan tersebut, Prabowo juga dijadwalkan menandatangani kesepakatan tarif antara Indonesia dan AS bersama Trump.











