BUDAYA
2 menit membaca
Pemeriksaan kesehatan jemaah haji diperketat, hanya yang penuhi syarat istithaah yang diberangkatkan
Kementerian Haji dan Umrah akan memperketat pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji sesuai aturan baru Arab Saudi. Hanya jemaah yang sehat fisik dan mental yang akan diberangkatkan.
Pemeriksaan kesehatan jemaah haji diperketat, hanya yang penuhi syarat istithaah yang diberangkatkan
Arafah - Haji Makkah / AA
6 November 2025

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan akan memperketat proses pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji mulai tahun depan. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengatakan langkah ini dilakukan untuk memastikan hanya jemaah yang memenuhi syarat istithaah, yakni sehat secara fisik dan mental, yang dapat menunaikan ibadah haji.

“Kami bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan agar hanya jemaah yang benar-benar sehat, istithaah, dan siap secara fisik maupun mental yang diberangkatkan,” ujar Irfan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Rabu (5/11).

Kebijakan ini sejalan dengan aturan baru Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang memperketat persyaratan kesehatan calon jemaah. Sejumlah penyakit dan kondisi medis kini dinyatakan tidak memenuhi syarat istithaah, antara lain gagal organ vital seperti ginjal, jantung, dan paru kronis, serta penyakit hati berat, gangguan kejiwaan, dan penyakit menular aktif seperti TBC dan demam berdarah.

“Termasuk juga pasien kanker stadium lanjut, penyakit jantung koroner, hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol, penyakit autoimun, epilepsi, stroke, serta gangguan mental berat,” jelas Irfan.

Menurut Kemenkes, pemeriksaan istithaah akan dilakukan melalui beberapa tahap, mencakup pemeriksaan fisik, kognitif, mental, dan aktivitas harian. Langkah ini juga merupakan respons atas meningkatnya angka kematian jemaah haji asal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menegaskan pentingnya kesiapan pelaksanaan kebijakan kesehatan tersebut. “Kebijakan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan jemaah haji harus disiapkan secara sistematis dan terukur agar pelaksanaan haji berjalan lancar,” ujarnya.

Selain memperketat pemeriksaan, pemerintah juga memperkuat koordinasi dengan otoritas Saudi terkait layanan “fast track” dan sistem pemantauan kesehatan jemaah secara real-time. Diharapkan, kebijakan baru ini dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan jemaah haji Indonesia selama berada di Tanah Suci.

TerkaitTRT Indonesia - Bagaimana Arab Saudi bersiap hadapi ibadah haji di tengah cuaca ekstrem

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Indonesia–Filipina perkuat kerja sama budaya maritim
Perpustakaan keliling bawa pengetahuan ke desa-desa terpencil di Suriah
Penemuan di China mengungkapkan manusia purba mengembangkan teknologi alat batu canggih
Warga Tokyo berpamitan dengan panda terakhir sebelum dipulangkan ke China
Seni cap tangan gua tertua di dunia ditemukan oleh para ilmuwan di Sulawesi
Sudan berhasil memulihkan ratusan artefak yang dijarah saat perang, 'ruang emas' masih hilang
Ribuan fosil koleksi Dubois dipulangkan, Indonesia–Belanda perkuat diplomasi budaya
Pacu Jawi, balap sapi khas Tanah Datar yang sarat tradisi
Kementerian Kebudayaan dorong pelestarian situs megalitik Lore Lindu
Kementerian Kebudayaan dorong pelindungan berkelanjutan situs megalitik Lore Lindu
Ngerebeg, tradisi Bali untuk mengusir roh jahat dan nasib buruk
Indonesia dan Prancis dorong percepatan kerja sama budaya
Istanbul, bukan Konstantinopel: Membongkar stereotip Barat tentang ‘permata’ Utsmaniyah
Indonesia dan Türkiye perkuat diplomasi budaya lewat pertunjukan ‘Muhtesem Endonezya’ di Sakarya
Salep: Minuman hangat manis berbahan susu yang digemari warga Türkiye saat musim dingin
Umrah: Perjalanan panjang saya menuju Ka'bah yang suci
Aroma perubahan: Bagaimana kopi menantang tradisi teh ratusan tahun di Iran
Bahasa Indonesia resmi jadi bahasa kerja UNESCO, Mendikdasmen buka pidato dengan pantun
Empat pencuri diburu saat Prancis mengonfirmasi delapan perhiasan dicuri dalam perampokan Louvre
Indonesia siapkan tim gabungan untuk pulangkan ‘Manusia Jawa’ dan 28.000 lebih fosil dari Belanda