BUDAYA
2 menit membaca
Seni cap tangan gua tertua di dunia ditemukan oleh para ilmuwan di Sulawesi
Sebuah cap tangan berusia 67.800 tahun yang baru diidentifikasi di gua Liang Metanduno menambah puluhan contoh seni batu yang didokumentasikan di Pulau Muna dan Pulau Buton yang berdekatan di Sulawesi Tenggara.
Seni cap tangan gua tertua di dunia ditemukan oleh para ilmuwan di Sulawesi
Stensil tangan yang ditemukan di Gua Liang Metanduno merupakan salah satu dari puluhan contoh seni cadas yang ditemukan di Sulawesi Tenggara. / Reuters
22 Januari 2026

Sejumlah peneliti baru-baru ini menemukan apa yang diyakini sebagai cap tangan atau seni gua tertua di dunia di Pulau Muna, Sulawesi Selatan, menurut sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Nature pada hari Rabu (21/01).

Cetakan tangan itu dibuat setidaknya 67.800 tahun yang lalu, menurut hasil penanggalan.

Karya seni itu berada sekitar 300 kilometer dari sebuah lukisan gua yang ditemukan pada 2024 yang saat itu diidentifikasi sebagai lukisan gua berumur tertua di dunia yang telah ditanggalkan, menggambarkan seekor babi hutan yang diperkirakan berusia sekitar 51.200 tahun, menurut outlet berita Jakarta Post.

Penemuan terbaru ini, sebuah cap tangan yang ditemukan di gua Liang Metanduno, adalah salah satu dari puluhan contoh seni batu yang ditemukan di seluruh Pulau Muna dan Pulau Buton di Sulawesi Tenggara.

Adhi Agus Oktaviana, seorang arkeolog di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia dan salah satu penulis studi tersebut, telah meneliti pulau itu sejak 2015 untuk mencari cetakan tangan purba di gua-gua.

Ia menemukan beberapa cetakan tangan, termasuk satu di gua Metanduno yang sebagian tersembunyi di bawah lukisan-lukisan yang lebih baru yang menggambarkan seseorang menunggang kuda di samping seekor ayam.

Studi ini mengatakan cetakan itu berada dalam "keadaan pelestarian yang buruk," dengan pigmen yang memudar, tetapi masih menunjukkan "sebagian jari dan area telapak yang berdekatan."

"Ujung salah satu jari tampaknya sengaja dipersempit, baik melalui penambahan pigmen maupun dengan menggerakkan tangan saat aplikasi pigmen, sebuah tipe cetakan tangan yang sejauh ini hanya diidentifikasi di Sulawesi," katanya.

TerkaitTRT Indonesia - Belanda kembalikan fosil 'Manusia Jawa' dan koleksi Dubois ke Indonesia
SUMBER:Reuters