DUNIA
2 menit membaca
China kecam AS atas 'penyitaan sewenang-wenang' kapal di Karibia, kirim dukungan kepada Venezuela
Kementerian Luar Negeri China menyatakan, Beijing menentang sanksi sepihak dan ilegal yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional atau otorisasi dari Dewan Keamanan PBB.
China kecam AS atas 'penyitaan sewenang-wenang' kapal di Karibia, kirim dukungan kepada Venezuela
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menghadiri konferensi pers di Beijing, pada 10 April 2025 [ARSIP]. / Reuters
23 Desember 2025

China mengecam AS karena 'menyita secara sewenang-wenang' kapal-kapal negara lain di tengah meningkatnya ketegangan di Karibia.

'Praktik AS menyita kapal-kapal negara lain secara sewenang-wenang sangat melanggar hukum internasional,' kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian kepada wartawan di Beijing pada hari Senin.

'China menentang sanksi sepihak dan ilegal yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional atau tidak mendapat otorisasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa,' kata Lin.

Pernyataan dari Beijing disampaikan ketika pasukan AS mengejar sebuah tanker minyak Venezuela lainnya di Karibia, dan jika disita, itu akan menjadi kapal ketiga yang dicegat sejak 10 Desember.

'Operasi' Penjaga Pantai AS menargetkan tanker Bella 1, sebuah kapal berbendera Panama yang disanksi oleh AS, yang sedang dalam perjalanan ke Venezuela untuk memuat minyak, dilaporkan Bloomberg pada hari Minggu. Insiden ini mengikuti penyerbuan terhadap supertanker Centuries pada hari Sabtu dan Skipper pada 10 Desember.

TerkaitTRT Indonesia - AS sita kapal tanker Venezuela ketiga di tengah meningkatnya ketegangan dengan Caracas

‘Pembajakan internasional’

Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Caracas.

Presiden AS Donald Trump menyatakan 'blokade total dan lengkap' terhadap tanker minyak yang disanksi yang masuk atau keluar dari Venezuela.

Venezuela mengecam tindakan AS sebagai 'pembajakan internasional'.

Washington mengklaim langkah tersebut bertujuan memerangi korupsi dan perdagangan narkoba, sementara Caracas menuduh AS memanfaatkan upaya anti-narkotika sebagai dalih untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro dan menguasai sumber daya minyak Venezuela.

'Kami menentang setiap langkah yang melanggar tujuan Piagam PBB serta mencederai kedaulatan dan keamanan negara lain, serta semua tindakan sepihak dan intimidasi,' kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China.

'Venezuela berhak mengembangkan kerja sama saling menguntungkan secara mandiri dengan negara lain, dan kami percaya komunitas internasional dapat memahami dan mendukung sikap Venezuela dalam membela hak-haknya sendiri,' tambahnya.

TerkaitTRT Indonesia - Blokade Karibia Trump: Apakah AS berada di ambang perang melawan Venezuela?
SUMBER:AA