ASIA
3 menit membaca
Türkiye dan Indonesia memperdalam hubungan strategis di forum Ankara
Türkiye dan Indonesia memperingati ulang tahun ke-75 hubungan diplomatik mereka dengan memajukan kemitraan di bidang teknologi, energi hijau, dan keamanan regional.
Türkiye dan Indonesia memperdalam hubungan strategis di forum Ankara
Türkiye dan Indonesia memperkuat kemitraan strategis mereka. / AA

Lembaga pemikir Foundation for Political, Economic and Social Research (SETA) menyelenggarakan Forum Kemitraan Türkiye-Indonesia pada hari Rabu di ibu kota Türkiye, Ankara. Forum ini membahas hubungan bilateral dan isu-isu regional.

Acara ini diadakan untuk memperingati 75 tahun hubungan diplomatik antara Türkiye dan Indonesia. Forum tersebut terdiri dari dua sesi yang dihadiri oleh diplomat, akademisi, dan birokrat dari kedua negara.

Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Menteri Perdagangan Türkiye, Mustafa Tuzcu, menyatakan bahwa forum kemitraan ini akan menjadi “tonggak baru” dalam hubungan yang terus berkembang antara kedua negara.

Meskipun ada “perubahan besar” dalam ekonomi global, Tuzcu menekankan bahwa Türkiye dan Indonesia, yang keduanya merupakan anggota G20, telah menunjukkan ketahanan yang kuat dan berhasil mempertahankan tingkat pertumbuhan mereka.

Ia juga menyoroti bahwa Indonesia, sebagai ekonomi terbesar di ASEAN, sedang bergerak menuju menjadi pusat regional dan semakin terintegrasi dalam rantai nilai global.

TerkaitTRT Indonesia - Turkiye menandatangani kesepakatan untuk mengekspor 48 jet tempur KAAN ke Indonesia

‘Mitra strategis’

Konsul Jenderal Indonesia di Istanbul, Darianto Harsono, menekankan pentingnya energi hijau, transformasi digital, dan otomatisasi pada tahun 2050, serta menyoroti kerja sama pertahanan sebagai area kunci dalam hubungan Türkiye-Indonesia.

Ia mencatat bahwa kemitraan ini terus diperkuat dengan menggabungkan kekayaan sumber daya Indonesia dengan kapasitas teknologi Türkiye, serta menekankan tanggung jawab bersama kedua negara sebagai pemimpin Global South untuk mendorong inovasi yang inklusif.

Dalam sesi berikutnya yang berjudul “Hubungan Bilateral dan Sektoral” menghadirkan Korkut Gungen, Direktur Jenderal Sementara Urusan Politik Bilateral di Kementerian Luar Negeri Türkiye; Dinna Prapto Raharja, Direktur Eksekutif Synergy Policies; dan Prof. Anak Agung Banyu Perwita dari Universitas Pertahanan Indonesia.

Dalam sambutannya, Gungen menggambarkan Türkiye dan Indonesia sebagai “dua mitra strategis yang bersahabat” yang bekerja sama di platform multilateral seperti G20 dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Mekanisme tingkat tinggi

Gungen menyoroti pentingnya kunjungan baru-baru ini, termasuk kunjungan Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdogan ke Jakarta pada bulan Februari dan kunjungan Presiden Indonesia Prabowo Subianto ke Ankara pada bulan April. Ia mengatakan, “Indonesia berada di jantung jalur laut. Tujuan kami adalah agar Indonesia menjadi mitra dialog yang lebih kuat bagi Türkiye.”

Ia mencatat bahwa hubungan bilateral terus mendalam di berbagai bidang, termasuk ekonomi dan pertahanan, dengan mengingat bahwa Türkiye berpartisipasi dalam pameran pertahanan Indonesia tahun ini dengan 25 perusahaan.

“Meskipun secara geografis berjauhan, nilai-nilai kita sama, dan sejarah kita dibangun di atas ide dan cita-cita yang serupa. Kepercayaan dan persahabatan timbal balik melampaui diplomasi,” tambah Gungen.

Raharja mencatat bahwa ia melakukan pengamatan lapangan di tingkat lokal, mengatakan bahwa meskipun Türkiye dan Indonesia secara geografis berbeda, “masyarakat kita berpikiran terbuka, kooperatif, dan kuat dalam komunikasi.”

Perwita mengatakan bahwa Türkiye dan Indonesia dapat mengembangkan mekanisme diplomatik tingkat tinggi yang baru, menambahkan bahwa modernisasi militer telah menjadi hal yang tak terelakkan dalam hubungan bilateral.

TerkaitTRT Indonesia - Turkiye, Indonesia dorong hubungan perdagangan, ekspor melonjak 56,5 persen

SUMBER:AA
Jelajahi
Kebakaran KMP Putri Yasmin, satu orang meninggal dan 106 dievakuasi
Rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak dan geopolitik Timur Tengah
Eks Menag Yaqut didakwa rugikan negara Rp622 miliar dalam kasus kuota haji
KPK tahan 4 tersangka dugaan korupsi iklan Bank BJB, rugikan negara Rp223,6 miliar
Indonesia finalisasi kontrak tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026
Ratusan senjata api dan narkoba ditemukan di sekolah, Menteri PPPA minta hak siswa tetap dilindungi
Prabowo terima laporan B50, dorong reformasi BUMN untuk ketahanan energi nasional
Destry Damayanti jadi kandidat tunggal gubernur BI, pasar soroti arah kebijakan Prabowo
Mobil Drag Race tabrak penonton di Kotamobagu, 8 tewas dan 9 terluka
BNN bersama tim gabungan gagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin senilai Rp4,55 triliun di Kepri
ASEAN peringati hari jadi ke-59 , Indonesia dorong persatuan dan lindungi kepentingan rakyat
OJK catat aset industri keuangan syariah tembus Rp3.131 triliun pada 2025
BGN investigasi dapur MBG di Jayapura setelah 527 orang diduga keracunan makanan
Petani karet Indonesia ramai-ramai beralih ke kelapa sawit akibat anjloknya harga
Destry Damayanti jadi calon kuat gubernur BI gantikan Perry Warjiyo
Bahlil dorong peningkatan produksi migas Aceh, sebut Andaman jadi prioritas strategis
Restrukturisasi Whoosh: Indonesia ambil alih kendali usai amankan mayoritas saham KCIC dari China
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen didorong investasi dan belanja negara
BPS catat pengangguran turun jadi 7,22 juta orang, rata-rata gaji 3,3jt rupiah
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen pada triwulan II 2026