Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,4 terjadi pada Jumat pukul 01.06 WIB dengan pusat di laut tenggara Pacitan, Jawa Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.
Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter berada di koordinat 8,98° LS dan 111,18° BT, sekitar 89 kilometer tenggara Pacitan, dengan kedalaman 58 kilometer. Gempa tergolong dangkal dan dipicu aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme sesar naik (thrust fault).
Di Kabupaten Jombang, getaran tercatat pada skala III MMI. Pada skala ini, gempa terasa nyata di dalam rumah, mirip getaran akibat kendaraan berat yang melintas.
Sejumlah warga Jombang mengaku merasakan guncangan tersebut. Dikutip dari Kabar Jombang, warga bernama Wardi Utomo mengatakan getaran terasa saat ia baru tiba di depan rumah sepulang kerja.
“Saya merasakan guncangan dan sepeda motor ikut bergerak. Setelah itu saya cek di ponsel, ternyata memang terjadi gempa,” ujarnya.
Masih dikutip dari Kabar Jombang, warga lain, Agung Pudji, menyebut getaran berlangsung sekitar tiga hingga lima detik dan membuat perabot di rumahnya bergetar.
“Saya mau tidur, tiba-tiba terasa goyangan cukup kuat sampai lemari ikut bergetar. Saya langsung keluar rumah dan membangunkan keluarga,” katanya.
Laporan gempa juga ramai dibagikan warga melalui media sosial, disertai pesan saling memastikan kondisi keluarga dan lingkungan.
BMKG mencatat guncangan lebih kuat dirasakan di Pacitan, Bantul, dan Sleman dengan skala IV MMI. Sementara sejumlah wilayah lain di Jawa Timur dan Jawa Tengah melaporkan getaran pada skala II hingga III MMI.
Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan besar maupun korban akibat gempa tersebut. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari sumber tepercaya.














