BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Ilmuwan luncurkan AI untuk mendeteksi sistem nakal yang berusaha menipu manusia
LawZero bertujuan melacak dan menangkal aktivitas berbahaya dari sistem AI tingkat lanjut, serta mempromosikan keselamatan publik melalui struktur AI yang 'jujur'
Ilmuwan luncurkan AI untuk mendeteksi sistem nakal yang berusaha menipu manusia
Model AI Ilmuwan bertujuan untuk mendeteksi risiko sebelum sistem otonom bertindak. / Reuters
3 Juni 2025

Seorang profesor dari Universitas Montreal sekaligus peraih Turing Award — setara Nobel untuk bidang komputasi — Yoshua Bengio, meluncurkan LawZero, sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan membangun AI “jujur” untuk mengidentifikasi sistem yang bersifat menipu.

Dengan pendanaan sebesar 30 juta dolar AS dan tim yang terdiri dari lebih dari selusin peneliti, organisasi ini tengah mengembangkan sistem ‘Scientist AI’ untuk memantau agen otonom dalam industri AI global yang bernilai hampir 1 triliun dolar AS.

Bengio, yang dijuluki salah satu “bapak AI”, menekankan bahwa tidak seperti agen AI yang menyerupai manusia saat ini, Scientist AI akan mengevaluasi perilaku seperti “seorang psikolog”, guna mendeteksi niat yang berbahaya atau menipu.

“Kita secara teori bisa membayangkan mesin yang tidak memiliki diri atau tujuan pribadi — hanya mesin pengetahuan murni, seperti ilmuwan yang tahu banyak hal,” kata Bengio kepada The Guardian.

Berbeda dari alat AI generatif saat ini, sistem Bengio tidak akan memberikan jawaban pasti, melainkan memaparkan probabilitas atas kebenaran suatu jawaban.

“Sistem ini memiliki rasa rendah hati karena ia sadar dirinya tidak selalu yakin dengan jawabannya,” jelasnya.

Menyembunyikan agenda sebenarnya

Beberapa organisasi dan individu yang mendukung LawZero antara lain lembaga keselamatan AI Future of Life Institute, Jaan Tallinn (insinyur pendiri Skype), dan Schmidt Sciences, lembaga riset yang didirikan oleh mantan CEO Google, Eric Schmidt.

Bengio menegaskan bahwa model AI sumber terbuka akan digunakan untuk melatih sistem LawZero, demi menjamin transparansi dan kolaborasi luas.

“Tujuannya adalah mendemonstrasikan metodologi ini agar bisa meyakinkan para donor, pemerintah, atau laboratorium AI untuk menyediakan sumber daya yang dibutuhkan agar sistem ini bisa dilatih setara dengan AI tingkat lanjut saat ini. Sangat penting agar AI penjaga ini minimal sama pintarnya dengan agen AI yang diawasi dan dikendalikan,” tegas Bengio.

Ia memperingatkan bahwa sistem AI kini semakin mampu menyembunyikan tujuan sebenarnya.

Salah satu kasus terbaru dari Anthropic menunjukkan adanya AI yang mencoba memeras insinyur untuk menghindari dimatikan.

Bengio juga turut menulis laporan keamanan global yang memperingatkan bahaya dari agen otonom yang bertindak tanpa pengawasan.

Ia percaya bahwa sistem pengawas harus memiliki tingkat kecerdasan yang sebanding dengan AI yang mereka pantau.

SUMBER:TRT World and Agencies
Jelajahi
Dolar bergejolak di tengah ketidakpastian perang Iran, investor tetap waspada
Pemerintah RI akan tekan lonjakan harga minyak dengan APBN, subsidi energi berpotensi naik
IHSG anjlok lebih dari 4 persen dipicu lonjakan harga minyak global
Harga minyak melonjak lampaui $105 per barel saat perang terhadap Iran terus berlanjut
Kantor Meta di Jakarta disidak Komdigi, pemerintah tuntut moderasi konten dan transparansi algoritma
Fitch pangkas prospek peringkat kredit Indonesia jadi negatif, soroti ketidakpastian kebijakan
Indonesia alihkan impor minyak ke AS akibat konflik Timur Tengah
Indonesia, AS, dan Jepang gelar konferensi reaktor modular kecil nuklir di Jakarta
Dua kapal Pertamina tertahan di Teluk Persia akibat konflik Timur Tengah
India hadapi risiko serius pasokan minyak akibat konflik Timur Tengah
Claude AI milik Anthropic kembali normal usai gangguan, unduhan melonjak di tengah sengketa Pentagon
BPS: Emas perhiasan catat inflasi 30 bulan beruntun
Inflasi Indonesia melonjak ke 4,76 persen Februari 2026, harga hunian dan emas jadi pendorong
Garuda Indonesia hentikan sementara penerbangan ke dan dari Doha
Harga minyak melonjak 10 persen akibat krisis Iran, berpotensi tembus US$100 per barel
OPEC+ secara prinsip sepakat tingkatkan produksi minyak setelah konflik di Timur Tengah meluas
Pemerintah targetkan ekonomi berbasis AI tumbuh hingga 9 persen
AS berikan hibah $2,49 juta dukung pengembangan Kota Cerdas Nusantara
First Resources bayar US$5,6 juta ke pemerintah RI terkait lahan sawit bermasalah
Indonesia hadapi tantangan dalam memenuhi komitmen impor pertanian AS akibat surplus domestik