ASIA
2 menit membaca
Polisi telusuri kaitan aksi molotov siswa SMP di Kalbar dengan kasus SMAN 72 Jakarta
Kasus pelemparan molotov oleh siswa SMP di Kalimantan Barat dikaitkan dengan pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta. Polisi menyebut keduanya berada dalam komunitas media sosial yang sama.
Polisi telusuri kaitan aksi molotov siswa SMP di Kalbar dengan kasus SMAN 72 Jakarta
Terduga pelempar bom molotov di SMPN 3 Sungai Raya diamankan polisi. / TRT Indonesia
2 jam yang lalu

Peristiwa bermula saat seorang siswa SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat, melemparkan enam bahan peledak rakitan ke area sekolahnya. Empat di antaranya meledak dan menyebabkan seorang siswa terluka, sementara dua lainnya tidak meledak. Aparat kemudian mengamankan pelaku dan melakukan penyelidikan lanjutan.

Dari pendalaman awal, motif pelaku diduga terkait aksi balas dendam karena merasa menjadi korban perundungan di sekolah.

Pengembangan kasus mengarah pada aktivitas daring pelaku. Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Myandra Eka Wardhana mengatakan hasil analisis menunjukkan pelaku tergabung dalam komunitas yang sama dengan anak berhadapan dengan hukum (ABH) pada kasus ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Hasil analisa Tim Densus 88, mereka tergabung dalam komunitas yang sama dengan ABH di SMAN 72 Jakarta,” kata Myandra, dikutip dari Sinpo, Kamis (5/2).

Komunitas tersebut dikenal dengan nama True Crime Community (TCC) dan diduga kerap menyebarkan serta menggiring konten bernuansa kekerasan. Jumlah anggotanya disebut mencapai puluhan anak.

Dalam penanganan perkara, polisi menyita sejumlah barang dari pelaku, di antaranya lima tabung gas portabel yang dimodifikasi dengan petasan dan paku, beberapa pisau, serta enam botol berisi bahan bakar dengan sumbu kain yang diduga sebagai molotov.

Aparat menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk menelusuri aktivitas komunitas tersebut sekaligus mencegah penyebaran konten kekerasan di kalangan remaja.

TerkaitTRT Indonesia - Pelaku ledakan di masjid SMAN 72 Jakarta terinspirasi serangan neo-Nazi dan aksi balas dendam
SUMBER:TRT Indonesia