DUNIA
2 menit membaca
Rusia dan Pakistan jajaki kesepakatan baru soal minyak seiring meningkatnya kemitraan energi
Islamabad dan Moskow menimbang kerja sama yang diperluas di bidang energi dan industri saat Pakistan berusaha untuk memangkas biaya dan Rusia mencari pasar baru.
Rusia dan Pakistan jajaki kesepakatan baru soal minyak seiring meningkatnya kemitraan energi
Rusia telah mengintensifkan upaya pendekatan ke pasar non-Barat menyusul sanksi besar-besaran yang diberlakukan akibat perangnya di Ukraina. / AP

Rusia dan Pakistan sedang mengadakan pembicaraan mengenai kemungkinan perjanjian di sektor minyak, menandakan pendalaman kerja sama energi saat kedua negara berupaya memajukan kepentingan strategis dan ekonomi.

Menteri Keuangan Pakistan Muhammad Aurangzeb mengatakan pembicaraan sedang berlangsung antara kementerian energi kedua pihak, menurut pernyataan yang dipublikasikan pada Selasa oleh kantor berita RIA Rusia.

Ia mengatakan Pakistan tertarik bekerja sama dengan Rusia di bidang-bidang di mana Moskow memiliki keahlian kuat, termasuk eksplorasi, produksi, dan pemurnian minyak.

“Semua bidang ini adalah kekuatan Rusia,” kata Aurangzeb. “Kami akan sangat senang jika Rusia menyetujui sebuah kesepakatan di sektor ini dengan Pakistan.”

TerkaitTRT Indonesia - Bagaimana buncis dan jeruk membantu Rusia dan Pakistan mengalahkan sanksi

Upaya Rusia untuk mendiversifikasi pasokan energi

Pembicaraan itu terjadi saat Rusia meningkatkan upaya menjajaki pasar non-Barat menyusul sanksi luas yang dijatuhkan karena perang di Ukraina, sementara Pakistan berusaha mendiversifikasi pasokan energi dan menurunkan biaya impor di tengah tekanan neraca pembayaran yang kronis.

Pakistan mulai mengimpor minyak mentah Rusia pada 2023, menandai pergeseran signifikan dalam strategi pengadaan energinya dan langkah menuju hubungan ekonomi yang lebih dekat dengan Moskow.

Selain perdagangan minyak, kerja sama juga dapat meluas ke infrastruktur dan proyek hilir. Menteri Energi Rusia Sergei Tsivilev mengatakan pada November bahwa Rusia telah membahas peningkatan kapasitas sebuah kilang di Pakistan, dengan perusahaan-perusahaan Rusia diperkirakan akan ikut serta dalam proyek tersebut.

Aurangzeb juga mengatakan kedua negara sedang mengeksplorasi kemungkinan membangun pabrik baja lain di Pakistan, menegaskan kerja sama industri yang lebih luas di luar sektor energi.

Rusia dan Pakistan secara historis menjaga keterlibatan yang terbatas tetapi telah memperluas kerja sama dalam beberapa tahun terakhir di bidang energi, perdagangan, dan konektivitas regional.

TerkaitTRT Indonesia - Putin isyaratkan kerja sama energi nuklir dalam pembicaraan di Moskow dengan Prabowo
SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Trump perintahkan staf untuk bersiap hadapi blokade Iran yang berkepanjangan: laporan
Indonesia termasuk pemasok mineral utama sementara Türkiye peringatkan risiko rantai pasok global
Regulasi media sosial di Türkiye dan standar ganda media Eropa
Parlemen Italia restui hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi ke Indonesia
Laporan terbaru: Kerusakan hutan tropis dunia menurun, Indonesia catat tren positif
AS rencanakan paspor edisi terbatas bergambar Donald Trump
Trump sebut Iran tak boleh miliki senjata nuklir dalam jamuan kenegaraan bersama Raja Charles III
Pria di India bongkar makam kakaknya, bawa kerangka jenazah ke bank demi cairkan tabungan
Uni Eropa peringatkan dampak global penutupan Selat Hormuz dalam Forum EU–ASEAN
Ratusan pegawai Google desak CEO untuk menjaga agar AI tidak terlibat dalam proyek rahasia Pentagon
Estonia ajak Indonesia perkuat kerja sama teknologi maritim dan pelabuhan pintar
Indonesia–Prancis perkuat kolaborasi pengembangan AI dan riset
AS tolak proposal Iran yang mengecualikan isu nuklir dari negosiasi. Ini proposal terbaru
Trump tidak puas dengan proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz — laporan
Israel bunuh empat orang di selatan Lebanon dalam pelanggaran terbaru gencatan senjata yang diperpanjang
Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi tewaskan 14 orang, 84 luka-luka
Israel bunuh 14 orang dalam serangan di selatan Lebanon saat gencatan senjata semakin rapuh
China mengecam sanksi AS terkait Iran terhadap perusahaan minyak sebagai 'ilegal'
Kemlu intensifkan upaya bebaskan empat ABK WNI korban pembajakan di Somalia
Apa saja usulan Tehran untuk mengakhiri perang AS-Israel dengan Iran?