POLITIK
2 menit membaca
California pertimbangkan langkah hukum terhadap biaya visa pekerja terampil $100.000 dari Trump
Jaksa Agung Rob Bonta tengah meninjau kebijakan yang menurut para pemimpin teknologi bisa merugikan startup, menurut laporan media.
California pertimbangkan langkah hukum terhadap biaya visa pekerja terampil $100.000 dari Trump
Jaksa Agung California Rob Bonta berbicara selama konferensi pers pada hari Rabu, 16 April 2025, di sebuah perkebunan almond di Ceres, California. / AP
25 September 2025

California tengah mempertimbangkan opsi hukum setelah Presiden Donald Trump memberlakukan biaya baru sebesar 100.000 dolar AS untuk visa pekerja terampil, yang banyak digunakan oleh industri teknologi di negara bagian tersebut. Kantor Jaksa Agung Rob Bonta mengonfirmasi hal itu pada Rabu.

“Presiden Trump terus mendorong agenda anti-imigran,” kata juru bicara Bonta, Elissa Perez, dalam pernyataannya kepada Politico.

“Langkah terbaru ini akan merugikan bisnis kami dan membuat negara kita kurang kompetitif di bidang sains, teknologi, teknik, dan kedokteran — pada saat kita tidak mampu tertinggal,” tambahnya.

Bonta, yang kerap menantang kebijakan pemerintahan Trump melalui jalur hukum, mengatakan kepada Bloomberg bahwa negara bagian sedang menilai apakah biaya baru ini bisa dianggap “sewenang-wenang” atau “tidak masuk akal” menurut hukum federal.

“Mungkin memang relevan dalam kasus ini, tetapi kami masih meninjau,” ujarnya.

Gedung Putih mengumumkan biaya tersebut pada Jumat lalu, membuat perusahaan teknologi sibuk menghitung dampaknya.

Data federal menunjukkan California memimpin jumlah penerima visa H-1B, dengan Silicon Valley sangat bergantung pada insinyur dan ilmuwan kelahiran luar negeri, terutama dari India dan China, tulis Politico.

Meski pemerintah kemudian menjelaskan bahwa biaya itu hanya berlaku untuk pemohon baru, bukan pemegang visa saat ini, ketidakpastian sudah mengguncang industri.

Beberapa raksasa teknologi bahkan dilaporkan mendesak karyawannya segera kembali ke AS setelah pengumuman tersebut.

Para pengkritik, termasuk kantor Gubernur Gavin Newsom, mengecam kebijakan itu sebagai bentuk “kekacauan” yang ditujukan untuk merusak perekonomian California.

Sejumlah legislator negara bagian mengatakan startup kecil akan terkena dampak paling besar, sementara perusahaan besar seperti Amazon dan Microsoft masih bisa menanggung biayanya.

“Ini membuat visa tidak terjangkau bagi startup tahap awal yang bergantung pada talenta khusus di bidang AI, komputasi kuantum, atau teknologi lainnya,” kata Anggota DPR Sam Liccardo, dikutip Politico.

Beberapa eksekutif merasa sedikit lega setelah mengetahui biaya itu hanya dikenakan satu kali, bukan tahunan. Namun banyak yang memperingatkan langkah ini tetap bisa menghambat perekrutan.

“Amerika tidak bisa menjadi pemimpin dunia di bidang teknologi dengan menghukum para talenta terbaik dunia lewat biaya selangit,” ujar anggota Majelis Negara Bagian Matt Haney.

Tokoh industri juga terbelah. Jensen Huang dari Nvidia dan Sam Altman dari OpenAI menekankan pentingnya imigrasi, sementara Reed Hastings, salah satu pendiri Netflix, justru memberi pujian langka terhadap kebijakan tersebut.

SUMBER:Anadolu Agency
Jelajahi
Uang darah: Bayang-bayang Israel di balik mesin pembunuh El Mencho?
Perang Rusia-Ukraina masuk tahun kelima, ini alasan angka korban tewas masih simpang siur
Mengapa Afrika ingin perbudakan dan kolonialisme diakui sebagai genosida
AS mengadakan pembicaraan nuklir tingkat tinggi dengan Rusia dan China di Jenewa
Mantan Presiden Korsel ajukan banding vonis hukuman seumur hidup atas dekrit darurat militer
Kim Jong-un kembali terpilih sebagai sekretaris jenderal partai berkuasa Korea Utara
Keputusan yang guncang dunia — Reaksi bermunculan usai putusan tarif bersejarah Mahkamah Agung AS
Lima poin utama dari pidato Donald Trump di Board of Peace
Mengapa kesepakatan nuklir akan sulit dicapai dengan AS dan Iran yang tetap pada posisinya
Sara Duterte umumkan pencalonan presiden Filipina 2028
Trump mengatakan ia akan terlibat secara tidak langsung dalam pembicaraan dengan Iran
Perjanjian nuklir yang jamin perdamaian dunia baru saja berakhir: Apa yang akan terjadi sekarang?
Bangladesh menggelar pemilu pertama sejak Sheikh Hasina lengser dari kekuasaan
Partai Nasionalis Bangladesh akan bentuk pemerintahan pada Minggu, piagam Juli diterapkan bertahap
Dunia sambut pemilu Bangladesh sebagai ‘kemenangan demokrasi’, ucapkan selamat kepada BNP
Enam nama berpengaruh muncul dalam berkas Epstein, memicu pemeriksaan dan kekhawatiran baru
Siapa, apa, bagaimana: Pemilu pertama pasca-Hasina di Bangladesh dijelaskan dalam empat poin
Dapatkah Kuba dan AS benar-benar berdamai sementara krisis energi semakin dalam?
RI dan Mesir matangkan rencana lawatan Presiden el-Sisi ke Jakarta
Bagaimana pemilu Bangladesh usai Hasina lengser jadi sorotan di luar Barat