PERANG GAZA
2 menit membaca
Australia membela pengakuan terhadap Palestina setelah Netanyahu mengkritik langkah tersebut
Anthony Albanese mengatakan bahwa perdamaian yang bertahan membutuhkan langkah menuju solusi jangka panjang, dengan menyerukan penghentian kekerasan Israel dan akses bantuan kemanusiaan di Gaza.
Australia membela pengakuan terhadap Palestina setelah Netanyahu mengkritik langkah tersebut
Albanese menyerukan diakhirinya kekerasan Israel di Gaza dan akses bantuan kemanusiaan. / Arsip Reuters
22 September 2025

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, membela keputusan pemerintahnya untuk mengakui negara Palestina setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengecam langkah tersebut sebagai "hadiah yang tidak masuk akal untuk terorisme."

"Australia telah mengajukan posisi dalam mengakui Palestina yang konsisten dengan posisi bipartisan yang telah lama dipegang di Australia. Kami mendukung solusi dua negara," katanya kepada wartawan di PBB di New York pada hari Minggu.

Albanese mencatat bahwa Australia memainkan "peran positif" ketika PBB menciptakan negara Israel pada tahun 1948, dengan menekankan bahwa "penciptaan dua negara adalah apa yang telah direncanakan."

Perdana menteri juga menyerukan gencatan senjata segera, pembebasan para sandera, dan dimulainya kembali bantuan kemanusiaan ke Gaza untuk mengatasi "bencana kemanusiaan yang sedang berlangsung di sana."

'Solusi jangka panjang'

Ia menekankan bahwa perdamaian yang abadi membutuhkan "langkah menuju solusi jangka panjang" sehingga "warga Israel dan Palestina dapat hidup berdampingan dalam damai dan keamanan ke depan."

Sebelumnya pada hari Minggu, Albanese mengumumkan bahwa "efektif mulai hari ini, Minggu, 21 September 2025, Persemakmuran Australia secara resmi mengakui Negara Palestina yang independen dan berdaulat" dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di X.

Dia mengatakan langkah tersebut "mengakui aspirasi sah dan yang telah lama dipegang oleh rakyat Palestina untuk memiliki negara mereka sendiri" dan dilakukan bersama dengan keputusan serupa oleh Kanada dan Inggris sebagai bagian dari "upaya internasional yang terkoordinasi untuk membangun momentum baru bagi solusi dua negara."

Pada hari yang sama, Netanyahu mengkritik pengakuan yang diumumkan oleh Australia, Inggris, dan negara-negara lain, dengan menyebutnya sebagai "hadiah yang tidak masuk akal untuk terorisme."

SUMBER:AA
Jelajahi
AS sebut mereka menentang aneksasi Tepi Barat, lalu mengapa mereka melayani para pemukim ilegal?
Lebih dari 65.000 warga sipil Israel ilegal memasuki kompleks Al-Aqsa pada tahun 2025: laporan
Jaksa Agung Israel memanggil Netanyahu dalam penyelidikan kebocoran dokumen rahasia
Raja Yordania apresiasi Prabowo atas konsistensi Indonesia dukung Palestina dan solusi dua negara
Distribusi Pasukan Perdamaian di Jalur Gaza
Membungkam Yerusalem: Larangan Israel pada media Palestina adalah upaya tutupi kejahatan zionis
Masjid dibakar di Tepi Barat yang diduduki sementara kekerasan ilegal penghuni Israel meningkat
Ramadan di Gaza: Warga Palestina berduka atas hilangnya tradisi di tengah perjuangan bertahan hidup
Hari kelima Ramadan, puluhan pemukim ilegal Israel serbu Masjid Al-Aqsa
14 negara, 3 organisasi kecam pernyataan Dubes AS soal ekspansi wilayah Israel di Timur Tengah
Dana rekonstruksi Gaza siap menerima donasi: Kepala Bank Dunia
AS: Indonesia ditunjuk sebagai wakil komandan pasukan ISF di Gaza
5 negara termasuk Indonesia berkomitmen kirimkan pasukan ke Gaza dalam KTT Dewan Perdamaian (BoP)
Inilah semua yang perlu Anda ketahui tentang Dewan Perdamaian Gaza Trump
Türkiye kecam upaya 'aneksasi' Israel di Tepi Barat yang diduduki selama sidang DK PBB
Israel memerintahkan penyitaan lahan di Tepi Barat Utara yang diduduki, target situs arkeologi kunci
Menteri ekstremis Israel desak pemindahan paksa warga Palestina dari Tepi Barat dan Gaza
Indonesia dan 7 negara lainnya mengutuk deklarasi Israel atas tanah di Tepi Barat
Menlu RI hadiri sidang DK PBB soal Palestina usai pertemuan dengan Sekjen PBB dan utusan Palestina
Indonesia, negara-negara Muslim kecam keputusan Israel menyita tanah di Tepi Barat yang diduduki