Tim SAR pada Minggu berjibaku menembus lumpur tebal, puing, dan tanah jenuh air untuk mencari puluhan warga yang masih hilang akibat longsor di Cisarua, Jawa Barat. Longsor yang dipicu hujan deras itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 11 orang.
Longsor terjadi menjelang subuh pada Sabtu di lereng Gunung Burangrang, Jawa Barat, dan menimbun sekitar 34 rumah di Desa Pasir Langu, Kabupaten Bandung Barat.
Hingga Minggu (25/1), sebanyak 79 orang masih dinyatakan hilang dan dikhawatirkan tertimbun berton-ton lumpur, bebatuan, serta pohon tumbang.
Sekitar 230 warga di sekitar lokasi telah dievakuasi ke tempat penampungan sementara milik pemerintah. Petugas menemukan dua jenazah tambahan pada Minggu pagi sehingga jumlah korban tewas bertambah menjadi 11 orang, kata Ade Dian Permana dari kepala kantor SAR Bandung.
Video yang dirilis Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada Sabtu memperlihatkan petugas menggunakan alat pertanian dan tangan kosong untuk mengangkat jenazah berlumur lumpur, lalu memasukkannya ke kantong jenazah berwarna oranye.
Alat berat dan ekskavator sebagian besar belum bisa dioperasikan karena kondisi tanah yang terlalu lunak dan tidak stabil.
“Jika lereng belum stabil, tim siap melanjutkan pencarian secara manual,” kata Permana. Ia memperkirakan tinggi timbunan lumpur mencapai hingga lima meter. “Sebagian rumah tertimbun sampai atap,” ujarnya.
Operasi SAR diperkuat
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang meninjau lokasi pada Minggu menyatakan pemerintah akan mengambil langkah pencegahan agar bencana serupa tidak terulang.
Ia meminta pemerintah daerah Jawa Barat dan Kabupaten Bandung Barat menangani persoalan alih fungsi lahan di wilayah rawan bencana, termasuk upaya pengurangan risiko.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan kondisi medan dan cuaca buruk masih menyulitkan pencarian. “Kami sangat bergantung pada cuaca, material longsor masih berupa lumpur yang terus bergerak dan tidak stabil,” ujarnya. “Dengan area seluas ini, kami kerahkan seluruh aset—drone, anjing pelacak K-9, dan tim darat—namun keselamatan tetap prioritas.”
Hujan musiman dan pasang laut tinggi yang biasanya terjadi antara Oktober hingga April kerap memicu banjir dan longsor di sejumlah daerah.













