DUNIA
1 menit membaca
Korea Selatan menunda latihan militer berskala besar karena pertemuan APEC yang akan datang
Latihan Hoguk, yang awalnya dijadwalkan pada pertengahan Oktober, telah dijadwalkan ulang untuk bulan depan.
Korea Selatan menunda latihan militer berskala besar karena pertemuan APEC yang akan datang
Latihan Hoguk bertujuan untuk meningkatkan interoperabilitas angkatan bersenjata. / Reuters

Militer Korea Selatan telah mengumumkan penundaan latihan lapangan tahunan berskala besar yang semula dijadwalkan pada pertengahan Oktober karena adanya KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang akan datang.

Latihan Hoguk, yang awalnya direncanakan berlangsung pada 20-24 Oktober, akan dijadwalkan ulang menjadi 17-21 November, menurut laporan Yonhap News Agency pada hari Kamis yang mengutip pernyataan dari Kepala Staf Gabungan.

Keputusan ini diambil untuk menjaga "postur kesiapan militer yang menyeluruh" guna memastikan keberhasilan Korea Selatan dalam menjadi tuan rumah KTT tersebut, menurut pernyataan militer.

Acara diplomatik multilateral ini akan diadakan di kota Gyeongju, yang terletak di bagian tenggara Korea Selatan, pada 31 Oktober dan 1 November.

Meredakan ketegangan

Penjadwalan ulang latihan ini juga tampaknya mencerminkan upaya pemerintahan Presiden Lee Jae Myung untuk meredakan ketegangan dengan Korea Utara dan memperbaiki hubungan antar-Korea, menurut laporan tersebut.

Diluncurkan pada tahun 1996, latihan Hoguk bertujuan untuk meningkatkan interoperabilitas angkatan bersenjata dan memperkuat postur kesiapan militer.

Korea Utara telah lama mengecam latihan gabungan AS-Korea Selatan sebagai latihan untuk invasi.

SUMBER:TRT World and Agencies
Jelajahi
Indonesia–Iran lanjutkan perundingan terkait dua kapal tanker Pertamina di Selat Hormuz
Indonesia dan Korea Selatan sepakati komite tingkat tinggi industri kreatif
Apakah Trump dan Netanyahu semakin menjauh dalam isu Timur Tengah?
Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan global akibat dampak perang Iran
Piala Dunia 2026 dibuka dengan kemenangan tuan rumah Meksiko atas Afrika Selatan dengan skor 2-0 di Estadio Azteca
Indonesia menyatakan Dewan Hak Asasi Manusia akan membahas situasi zona konflik pada sesi ke-62
Bank Dunia proyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat 5 persen pada 2026
Hadapi disrupsi AI, Kemnaker serukan negara Asia Pasifik tingkatkan kompetensi pekerja
Iran menyerang pangkalan udara AS di Yordania, klaim pesawat tempur telah dihancurkan
Ratifikasi selesai, Indonesia dan Kanada percepat implementasi ICA-CEPA akhir tahun ini
Unggahan Trump bertema Naruto menuai kritik di Jepang
Laga pembuka Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan, duel favorit melawan kuda hitam di Azteca
100 hari sejak dimulainya perang AS-Israel terhadap Iran
Perang Iran, visa, biaya tiket — Politik pengaruhi Piala Dunia Sepak Bola terbesar sepanjang masa
NASA menunjuk empat awak misi Artemis III  untuk latihan terakhir ke Bulan
Perang Iran meningkatkan risiko kelaparan akut bagi jutaan orang: WFP
Jumlah korban tewas gempa bumi di Filipina meningkat jadi 46, upaya pemulihan berlanjut
Serangan udara Pakistan tewaskan setidaknya 13 orang di Afghanistan, laporan Kabul
Türkiye, Norwegia, Maroko, Jepang, dan Aljazair berpotensi jadi kuda hitam Piala Dunia 2026
Somalia sesalkan wasit Omar Artan ditolak masuk AS