DUNIA
2 menit membaca
Menlu RI desak aksi global atasi krisis Rohingya di konferensi PBB
Menlu RI Sugiono berbicara di KTT PBB mendesak kerjasama global dalam menangani krisis pengungsi Rohingya, menekan perlunya dialog inklusif di Myanmar.
Menlu RI desak aksi global atasi krisis Rohingya di konferensi PBB
Menlu RI, Sugiono berbicara dalam KTT tentang Situasi Muslim Rohingya dan Minoritas Lainnya di Myanmar di PBB, 30 September (Foto: Kemlu RI)

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menyerukan perlunya kerja sama internasional untuk mengakhiri krisis Rohingya yang hingga kini belum menemukan solusi. Seruan tersebut ia sampaikan saat berbicara dalam ‘Konferensi Tingkat Tinggi tentang Situasi Muslim Rohingya dan Minoritas Lainnya di Myanmar’ yang menjadi bagian dari Sidang Majelis Umum PBB ke-80 di Markas Besar PBB, New York, pada 30 September.

Dalam forum tersebut, Menlu Sugiono menegaskan bahwa tragedi Rohingya tidak dapat dilepaskan dari krisis politik yang lebih luas di Myanmar. 

“Penyelesaian menyeluruh hanya dapat dicapai dengan mengatasi akar permasalahan melalui dialog inklusif, sejalan dengan Five-Point Consensus,” ujarnya, dilansir dari pernyataan tertulis di situs Kemlu RI.

Ia juga menyoroti kondisi rentan para pengungsi Rohingya yang kini semakin menjadi target jaringan kriminal transnasional, termasuk perdagangan orang dan penyelundupan manusia. Menlu menegaskan, Indonesia akan mengambil langkah tegas menghadapi jaringan tersebut. 

Namun, menurutnya, tidak ada satu negara pun yang bisa bergerak sendiri. “ASEAN dan Bali Process harus terus diperkuat sebagai platform kawasan untuk menghadapi migrasi ireguler dan melindungi komunitas rentan,” tegasnya.

Selain menekankan pentingnya peran kawasan, Sugiono menyerukan peningkatan koordinasi global melalui kerja sama dengan lembaga-lembaga internasional, seperti UNODC, UNHCR, dan IOM. Upaya ini, katanya, harus ditujukan untuk memberi dukungan berkelanjutan kepada negara-negara yang selama ini menampung pengungsi Rohingya. 

Ia juga mendorong negara-negara pihak Konvensi Pengungsi 1951, terutama negara maju, agar memperluas program resettlement bagi pengungsi di negara ketiga.

“Sudah delapan tahun pengungsi Rohingya berada dalam ketidakpastian. Kita tidak boleh membiarkan ini berubah menjadi dekade keputusasaan. Komunitas internasional harus berbagi tanggung jawab,” ujar Menlu Sugiono menutup pernyataannya.

Konferensi tingkat tinggi ini sendiri merupakan tindak lanjut dari Resolusi SMU PBB 79/182, yang menekankan pentingnya mobilisasi dukungan politik serta penyusunan rencana aksi konkret, inovatif, dan terukur. 

Forum tersebut juga menegaskan komitmen Indonesia pada perlindungan hak asasi manusia serta membuka jalan bagi repatriasi sukarela, aman, dan bermartabat bagi komunitas Rohingya.

TerkaitTRT Indonesia - Umat Muslim Rohingya meminta bantuan kepada PBB untuk hentikan pembunuhan di Myanmar

SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Indonesia–Iran lanjutkan perundingan terkait dua kapal tanker Pertamina di Selat Hormuz
Indonesia dan Korea Selatan sepakati komite tingkat tinggi industri kreatif
Apakah Trump dan Netanyahu semakin menjauh dalam isu Timur Tengah?
Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan global akibat dampak perang Iran
Piala Dunia 2026 dibuka dengan kemenangan tuan rumah Meksiko atas Afrika Selatan dengan skor 2-0 di Estadio Azteca
Indonesia menyatakan Dewan Hak Asasi Manusia akan membahas situasi zona konflik pada sesi ke-62
Bank Dunia proyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat 5 persen pada 2026
Hadapi disrupsi AI, Kemnaker serukan negara Asia Pasifik tingkatkan kompetensi pekerja
Iran menyerang pangkalan udara AS di Yordania, klaim pesawat tempur telah dihancurkan
Ratifikasi selesai, Indonesia dan Kanada percepat implementasi ICA-CEPA akhir tahun ini
Unggahan Trump bertema Naruto menuai kritik di Jepang
Laga pembuka Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan, duel favorit melawan kuda hitam di Azteca
100 hari sejak dimulainya perang AS-Israel terhadap Iran
Perang Iran, visa, biaya tiket — Politik pengaruhi Piala Dunia Sepak Bola terbesar sepanjang masa
NASA menunjuk empat awak misi Artemis III  untuk latihan terakhir ke Bulan
Perang Iran meningkatkan risiko kelaparan akut bagi jutaan orang: WFP
Jumlah korban tewas gempa bumi di Filipina meningkat jadi 46, upaya pemulihan berlanjut
Serangan udara Pakistan tewaskan setidaknya 13 orang di Afghanistan, laporan Kabul
Türkiye, Norwegia, Maroko, Jepang, dan Aljazair berpotensi jadi kuda hitam Piala Dunia 2026
Somalia sesalkan wasit Omar Artan ditolak masuk AS