Lebih dari 14.000 penerbangan di seluruh Amerika Serikat dibatalkan hingga Senin akibat badai musim dingin yang berpotensi bersejarah dan mengganggu perjalanan udara, berdasarkan data layanan pelacakan penerbangan.
Data FlightAware mencatat sebanyak 3.898 penerbangan dibatalkan pada Sabtu. Jumlah pembatalan diperkirakan bertambah 8.822 penerbangan pada Minggu dan 1.549 penerbangan lagi pada Senin. Selain itu, lebih dari 3.004 penerbangan mengalami keterlambatan pada Sabtu.
Jutaan warga di berbagai wilayah Amerika Serikat kini berada dalam status darurat, menyusul badai yang diperkirakan berdampak luas dari kawasan Barat Daya hingga Timur Laut negara tersebut mulai Sabtu.
Badan Cuaca Nasional AS (National Weather Service/NWS) menyebut hujan salju lebat akan melanda wilayah dari Oklahoma hingga Maine bagian selatan. Sementara itu, hujan beku dan hujan es diperkirakan terjadi secara luas di kawasan Selatan dan Tenggara.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan akan datangnya “gelombang udara dingin ekstrem” yang diperkirakan menghantam puluhan negara bagian. Trump juga telah menyetujui status darurat di 12 negara bagian, sementara sedikitnya 22 negara bagian dan Washington DC turut menetapkan keadaan darurat.
Pemadaman listrik
Jumlah pemadaman listrik terus meningkat. Hingga pukul 18.30 waktu setempat, lebih dari 130.000 pelanggan di AS dilaporkan kehilangan aliran listrik, dengan wilayah Texas dan Louisiana menjadi yang paling terdampak, menurut data PowerOutage.com.
Badan Cuaca Nasional memperingatkan badai musim dingin kali ini memiliki cakupan wilayah yang sangat luas dan durasi panjang, dengan potensi penumpukan es berat di kawasan Tenggara AS yang dapat menimbulkan dampak melumpuhkan hingga berskala katastrofik.
Peramal cuaca juga memprediksi suhu dingin ekstrem dan hembusan angin berbahaya akan meluas hingga wilayah Great Plains pada Senin.












