BISNIS DAN TEKNOLOGI
1 menit membaca
Anugrah Neo Energy Materials berencana IPO senilai $300 juta di Indonesia
Anugrah Neo Energy Materials berencana melakukan IPO senilai $300 juta pada bulan Desember, dengan valuasi perusahaan mencapai lebih dari $2 miliar untuk mendanai ekspansi di bidang material baterai kendaraan listrik.
Anugrah Neo Energy Materials berencana IPO senilai $300 juta di Indonesia
Anugrah Neo Energy Materials berencana IPO senilai $300 juta di Indonesia. (Foto: Neo Energy)

Perusahaan tambang dan pengolah nikel Indonesia, Anugrah Neo Energy Materials, sedang mempersiapkan penawaran umum perdana (IPO) untuk meraup lebih dari $300 juta di Bursa Efek Indonesia, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut.

Perusahaan yang sedang mengembangkan material untuk baterai kendaraan listrik (EV) ini menargetkan debut pasarnya pada bulan Desember, dengan estimasi valuasi lebih dari $2 miliar. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk proyek ekspansi, ungkap sumber tersebut.

DBS dan RHB Banking Group termasuk di antara bank yang memberikan konsultasi dalam penawaran ini.

Anugrah Neo mengoperasikan dua tambang nikel laterit di Sulawesi Tengah — TAS di Morowali, yang memiliki lebih dari 200 juta ton sumber daya alam, dan MDK di Ampana, yang mencakup 10.800 hektar. 

Perusahaan ini juga sedang mengembangkan pabrik pelindian asam bertekanan tinggi (HPAL) rendah karbon untuk memproduksi endapan hidroksida campuran, material penting untuk baterai EV, serta dua kawasan industri. 

Indonesia, yang menyumbang lebih dari separuh produksi nikel global, terus mendorong investasi dalam bahan baterai dan rantai pasokan kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi industrinya.

TerkaitTRT Indonesia - Pemerintah Indonesia buka kembali tambang nikel di Raja Ampat

SUMBER:Reuters
Jelajahi
Pemulihan tambang Grasberg berlanjut, Freeport targetkan 80 persen kapasitas pada 2027
Indonesia dan AS perkuat kerja sama pengembangan logam tanah jarang
MRT Jakarta jajaki investasi kawasan Glodok bersama mitra Singapura
Inflasi September 3,28 persen, BI optimistis harga tetap terkendali hingga 2027
Indonesia dan China percepat persiapan IDC-CEPA, perkuat ekonomi hijau dan kerja sama AI
Pemerintah pertahankan harga Pertalite meski harga minyak dunia capai $107
Surplus neraca dagang Agustus diprediksi meningkat, inflasi September naik tipis
Ekspor batu bara Indonesia tembus US$18,1 miliar, aturan diperketat
IHSG melemah dan rupiah tembus Rp18.000 di tengah tekanan pasar global
BI perkuat intervensi dan likuiditas saat Rupiah tertekan Dolar AS dan arus modal keluar
Rupiah tertekan dolar AS dan imbal hasil obligasi, jatuh hampir 1 persen sepekan
Danantara dan Thales jajaki kerja sama AI hingga keamanan siber
Indonesia dan Rusia kembangkan potensi teknologi satelit dan AI untuk akses digital
Pasar halal Indonesia capai US$326 miliar pada paruh pertama 2026
Wamenhan RI dan Prancis tinjau program pembangunan dua kapal selam Scorpene Evolved di Surabaya
Arus modal asing capai Rp140,7 triliun, pemerintah siapkan strategi fiskal
BI pertahankan suku bunga 5,75 persen, perkuat insentif lindung nilai
Presiden Prabowo perkuat industri tekstil, dukung 4 juta pekerja dan ekspor Rp12 miliar
Indonesia dorong penguatan kerja sama ekonomi ASEAN dan Korea Selatan
Pemerintah incar potensi penghematan Rp500 triliun dari hilirisasi bioetanol