ASIA
2 menit membaca
Indonesia dan Malaysia bentuk satuan tugas bersama untuk perkuat pengawasan imigrasi
Langkah pembentukan JIETF ini menegaskan kedua negara dalam memperkuat keamanan wilayah perbatasan, yang membentang lebih dari 2.000 kilometer di Pulau Kalimantan, dan memastikan mobilitas lintas batas yang aman, tertib, serta efisien.
Indonesia dan Malaysia bentuk satuan tugas bersama untuk perkuat pengawasan imigrasi
Kedua negara juga bersepakat untuk meningkatkan fasilitasi perjalanan dan koordinasi infrastruktur perbatasan. / Imigresen Malaysia

Indonesia dan Malaysia sepakat membentuk Joint Immigration Enforcement Task Force (JIETF) sebagai langkah baru untuk memperkuat koordinasi pengawasan, penegakan hukum, dan pertukaran informasi intelijen di bidang imigrasi. Kesepakatan ini dicapai dalam Mesyuarat Imigresen Dua Hala Kali Kedua antara Jabatan Imigresen Malaysia dan Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia yang digelar di Kota Kinabalu, Sabah, pada hari Kamis.

Pertemuan tingkat tinggi ini dipimpin bersama oleh Ketua Pengarah Imigresen Malaysia, Dato’ Zakaria bin Shaaban, dan Pemangku Direktur Jenderal Imigrasi Indonesia, Pol. Brig. Jend. Yuldi Yusman. Keduanya menegaskan kembali komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama dalam pengelolaan imigrasi, pengawasan perbatasan, serta upaya penegakan hukum lintas negara.

Dalam pernyataan resminya, Jabatan Imigresen Malaysia menyebut pembentukan JIETF akan menjadi wadah strategis baru dalam memperkuat sinergi operasional antar kedua lembaga. Selain mempererat pertukaran informasi dan intelijen, forum ini juga akan memfasilitasi kolaborasi dalam penindakan terhadap sindikat penipuan, perdagangan manusia, dan kejahatan lintas batas lainnya.

Pengawasan keamanan

Kedua negara juga bersepakat untuk meningkatkan fasilitasi perjalanan dan koordinasi infrastruktur perbatasan di wilayah Sabah, Sarawak, dan Kalimantan dalam kerangka Border Crossing Agreement (BCA) yang telah disepakati sebelumnya.

Selain itu, Malaysia menginformasikan pembentukan Agensi Kawalan dan Perlindungan Sempadan Malaysia (AKPS) — lembaga baru yang berperan memperkuat tata kelola serta pengawasan keamanan di kawasan perbatasan nasional.

Kedua pihak juga menegaskan komitmen untuk terus bekerja sama dalam pengelolaan dan pemulangan migran, serta berbagi praktik dalam penanganan tahanan dan pengungsi.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh pejabat tinggi dari kedua negara, termasuk Datuk Sh Sitti Saleha Habib Yussof, Pengarah Imigresen Negeri Sabah, serta perwakilan dari Imigrasi Sarawak, Kementerian Dalam Negeri Malaysia, dan jajaran Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia.

Dalam kesepakatan akhir, kedua lembaga memutuskan bahwa Mesyuarat Imigresen Dua Hala Kali Ketiga akan dilaksanakan di Republik Indonesia pada tahun 2026.

Langkah pembentukan JIETF ini menegaskan kedua negara dalam memperkuat keamanan wilayah perbatasan, yang membentang lebih dari 2.000 kilometer di Pulau Kalimantan, dan memastikan mobilitas lintas batas yang aman, tertib, serta efisien bagi masyarakat di kedua sisi perbatasan.

TerkaitTRT Indonesia - Pemerintah siapkan strategi besar perkuat perlindungan pekerja migran Indonesia

SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Kebakaran KMP Putri Yasmin, satu orang meninggal dan 106 dievakuasi
Rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak dan geopolitik Timur Tengah
Eks Menag Yaqut didakwa rugikan negara Rp622 miliar dalam kasus kuota haji
KPK tahan 4 tersangka dugaan korupsi iklan Bank BJB, rugikan negara Rp223,6 miliar
Indonesia finalisasi kontrak tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026
Ratusan senjata api dan narkoba ditemukan di sekolah, Menteri PPPA minta hak siswa tetap dilindungi
Prabowo terima laporan B50, dorong reformasi BUMN untuk ketahanan energi nasional
Destry Damayanti jadi kandidat tunggal gubernur BI, pasar soroti arah kebijakan Prabowo
Mobil Drag Race tabrak penonton di Kotamobagu, 8 tewas dan 9 terluka
BNN bersama tim gabungan gagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin senilai Rp4,55 triliun di Kepri
ASEAN peringati hari jadi ke-59 , Indonesia dorong persatuan dan lindungi kepentingan rakyat
OJK catat aset industri keuangan syariah tembus Rp3.131 triliun pada 2025
BGN investigasi dapur MBG di Jayapura setelah 527 orang diduga keracunan makanan
Petani karet Indonesia ramai-ramai beralih ke kelapa sawit akibat anjloknya harga
Destry Damayanti jadi calon kuat gubernur BI gantikan Perry Warjiyo
Bahlil dorong peningkatan produksi migas Aceh, sebut Andaman jadi prioritas strategis
Restrukturisasi Whoosh: Indonesia ambil alih kendali usai amankan mayoritas saham KCIC dari China
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen didorong investasi dan belanja negara
BPS catat pengangguran turun jadi 7,22 juta orang, rata-rata gaji 3,3jt rupiah
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen pada triwulan II 2026