POLITIK
2 menit membaca
Indonesia dan Banglades perkuat poros baru kerja sama strategis, bidik target perdagangan dua digit
Kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Muhammad Anis Matta ke Dhaka menandai babak baru kemitraan ekonomi, energi, dan konektivitas antara dua kekuatan populasi besar di selatan global.
Indonesia dan Banglades perkuat poros baru kerja sama strategis, bidik target perdagangan dua digit
Pertemuan Wamenlu dengan Pelaku Usaha Banglades yang tergabung dalam Indonesia-Bangladesh Chamber of Commerce (IBCC). Foto: Kemenlu

Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Muhammad Anis Matta, menegaskan komitmen kuat Jakarta untuk mengokohkan momentum hubungan bilateral dengan Banglades.

Dalam kunjungan kerjanya ke Dhaka pada 6–8 Oktober 2026 atas undangan Menteri Negara Urusan Luar Negeri Banglades Humaiun Kobir, Anis Matta memetakan arah baru kerja sama strategis yang mencakup ekspansi ekonomi, kedaulatan energi, hingga diplomasi antarmasyarakat.

Banglades saat ini berdiri sebagai mitra dagang terbesar keempat bagi Indonesia di lingkungan Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), dengan nilai perdagangan bilateral yang menembus USD4 miliar pada tahun 2025.

Mengingat total populasi gabungan kedua negara hampir menyentuh angka 500 juta jiwa, Jakarta mematok target ambisius untuk mendongkrak nilai perdagangan bilateral hingga dua digit dalam dekade mendatang melalui peningkatan perundingan dari PTA menuju CEPA.

Dhaka turut menekankan pentingnya menjaga keseimbangan neraca perdagangan melalui produk yang saling melengkapi, termasuk harapan agar produk farmasi dan goni asal Banglades memperoleh akses lebih luas di pasar Indonesia.

Selain perdagangan, isu kedaulatan energi menjadi titik berat perundingan setelah Pemerintah Banglades menetapkan Pertamina Trans Kontinental (PTK) sebagai pemenang tender pengelolaan fasilitas Single Point Mooring (SPM) senilai USD128 juta.

Kerja sama konkret ini diperkuat oleh kehadiran delegasi PLN Indonesia Power guna merajut rantai pasok batu bara, LNG, BBM, hingga pembangunan infrastruktur energi dan EBT.

Bagi kedua negara, kemitraan ekonomi ini ditopang pula oleh penguatan hubungan akar rumput melalui kemudahan akses visa dan pembukaan rute penerbangan langsung.

Di sela-sela agendanya, Wamenlu berdialog dengan para pelaku bisnis dari Indonesia-Bangladesh Chamber of Commerce (IBCC), diaspora Indonesia, serta meninjau langsung ekspansi ritel Alfamart yang kini memiliki 11 gerai di ibu kota Banglades.

Berlangsung di tengah dinamika pemerintahan baru Banglades, rangkaian kunjungan produktif ini berhasil menanam pilar-pilar kokoh bagi kerja sama bilateral yang inklusif dan berorientasi pada hasil nyata.

TerkaitTRT Indonesia - Surplus produksi meningkat, Indonesia perluas ekspor pupuk ke India dan Bangladesh
SUMBER:TRT Indonesia