BISNIS DAN TEKNOLOGI
1 menit membaca
Uzbekistan akan bergabung dengan Bank Pembangunan BRICS
Bank Pembangunan ini akan menciptakan dana senilai $5 miliar untuk sejumlah proyek bersama di Uzbekistan pada tahap pertama.
Uzbekistan akan bergabung dengan Bank Pembangunan BRICS
Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev bertemu dengan Presiden Bank NDB BRICS Dilma Rousseff di Tashkent pada 9 Juni 2025.
11 Juni 2025

Uzbekistan akan menjadi anggota New Development Bank (NDB), institusi finansial dalam kerangka badan BRICS, menurut pernyataan dari kantor kepresidenan negara tersebut.

Presiden Uzbekistan, Shavkat Mirziyoyev, bertemu dengan Dilma Rousseff, ketua NDB, yang berada di Uzbekistan untuk menghadiri sebuah acara di Tashkent.

Selama pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pengembangan kerja sama antara Uzbekistan dan bank tersebut. Mereka menyatakan kepuasan atas persetujuan prinsip dari dewan direksi NDB terkait keanggotaan Uzbekistan dalam bank tersebut di masa mendatang, serta rencana penciptaan proyek bersama senilai total $5 miliar untuk Uzbekistan pada tahap pertama. Hal ini merupakan bagian dari implementasi kesepakatan yang dicapai pada KTT BRICS tahun lalu, menurut pernyataan tersebut.

Mirziyoyev menekankan pentingnya pelaksanaan proyek bersama di bidang dan sektor utama seperti memodernisasi sistem irigasi, pengembangan sektor pertambangan, pembiayaan sektor swasta, serta promosi kemitraan publik-swasta di sektor pendidikan dan infrastruktur di negara tersebut, tegasnya dalam pernyataan tersebut.

Uzbekistan menjadi negara mitra BRICS tahun lalu, yang mencakup Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Iran, Mesir, Ethiopia, dan Indonesia.

BRICS mendirikan NDB pada tahun 2015 untuk menciptakan alternatif bagi IMF dan Bank Dunia serta mendukung proses dedolarisasi di negara-negara anggotanya.

SUMBER:AA
Jelajahi
Claude AI milik Anthropic kembali normal usai gangguan, unduhan melonjak di tengah sengketa Pentagon
BPS: Emas perhiasan catat inflasi 30 bulan beruntun
Inflasi Indonesia melonjak ke 4,76 persen Februari 2026, harga hunian dan emas jadi pendorong
Garuda Indonesia hentikan sementara penerbangan ke dan dari Doha
Harga minyak melonjak 10 persen akibat krisis Iran, berpotensi tembus US$100 per barel
OPEC+ secara prinsip sepakat tingkatkan produksi minyak setelah konflik di Timur Tengah meluas
Pemerintah targetkan ekonomi berbasis AI tumbuh hingga 9 persen
AS berikan hibah $2,49 juta dukung pengembangan Kota Cerdas Nusantara
First Resources bayar US$5,6 juta ke pemerintah RI terkait lahan sawit bermasalah
Indonesia hadapi tantangan dalam memenuhi komitmen impor pertanian AS akibat surplus domestik
Deadline berakhir, Indonesia desak Uni Eropa patuhi putusan WTO soal minyak sawit
IHSG berpotensi menguat dipicu sentimen disrupsi AI global
Inggris mengenakan denda $20 juta pada Reddit atas penanganan data anak yang salah
Perusahaan energi Italia Eni targetkan FID proyek gas di Indonesia bulan depan
Pemerintah tarik utang Rp127,3 triliun hingga Januari 2026
Indonesia berpeluang jadi pemimpin energi terbarukan di Asia Tenggara lewat program PLTS 100 GW
Pemerintah siapkan obligasi euro dan yuan, tiga bank global ditunjuk
China berlakukan pembatasan ekspor terhadap perusahaan Jepang atas keterkaitan militer
Indonesia perluas akses ekspor seafood ke Türkiye dan China
Amerika Serikat targetkan tarif baru untuk panel surya Indonesia