ASIA
3 menit membaca
Indonesia perkuat perlindungan pekerja migran di Malaysia lewat koordinasi bilateral
Pemerintah Indonesia dan perwakilan RI di Malaysia menyepakati sejumlah langkah strategis untuk memperkuat perlindungan serta penempatan pekerja migran Indonesia sepanjang 2026, termasuk peningkatan keterampilan dan pembenahan sistem data pekerja.
Indonesia perkuat perlindungan pekerja migran di Malaysia lewat koordinasi bilateral
Mukhtarudin dan Dato Moh Iman Hascarya di Kementerian P2MI, Jakarta. Foto: KP2MI
15 jam yang lalu

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menerima kunjungan Duta Besar RI untuk Malaysia Dato Moh Iman Hascarya di Jakarta Selatan pada Rabu (18/2/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penyelarasan strategi perlindungan dan transformasi penempatan pekerja migran di Malaysia.

Mukhtarudin menegaskan perubahan status lembaga dari badan menjadi kementerian merupakan bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap nasib pekerja migran Indonesia. Transformasi tersebut difokuskan pada penguatan perlindungan menyeluruh dari hulu ke hilir serta peningkatan kapasitas pekerja menuju kategori menengah dan tinggi.

Malaysia masih menjadi tujuan utama pekerja migran Indonesia karena faktor kedekatan bahasa. Namun, berbagai tantangan masih dihadapi, terutama di sektor berkeahlian rendah seperti perkebunan.

Data pemerintah menunjukkan sekitar 56.000 pekerja migran telah dipulangkan akibat deportasi sejak Januari 2023 hingga Desember 2025. Pemerintah memperkirakan potensi deportasi tambahan mencapai 50.000 orang pada 2026 sehingga membutuhkan kesiapan anggaran dan fasilitas dari berbagai pihak.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia berencana memperkuat fasilitas shelter di wilayah perbatasan seperti Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Utara melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Pendataan dan percepatan penempatan

Pemerintah juga menyiapkan pendataan nasional bagi pekerja migran Indonesia di Malaysia yang belum tercatat dalam sistem resmi SISKOPMI. Pendataan ini dinilai penting untuk mempermudah pemberian perlindungan dan pemantauan kondisi pekerja.

Mukhtarudin meminta dukungan Kedutaan Besar RI di Malaysia untuk membantu proses pendataan secara daring maupun luring. Menurutnya, perlindungan tidak dapat diberikan secara optimal tanpa data yang jelas mengenai lokasi dan pekerjaan para pekerja migran.

Selain perlindungan, pemerintah mendorong Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur berperan sebagai pusat intelijen pasar tenaga kerja guna membuka peluang penempatan profesional dan menyederhanakan birokrasi.

Targetnya, proses verifikasi job order dan penerbitan visa dapat dipangkas hingga di bawah 20 hari. Pemerintah juga menyiapkan program “Quick Win” untuk melatih 500.000 pekerja migran pada 2026 melalui jalur vokasi dan pelatihan bahasa bersertifikat.

Dari sisi diplomasi, KBRI di Malaysia menyiapkan strategi percepatan perjanjian bilateral, termasuk revisi nota kesepahaman penempatan tenaga kerja yang telah lama tertunda. Kedutaan mengusulkan penambahan tiga lampiran khusus untuk wilayah Sabah, Sarawak, dan Semenanjung Malaysia guna mempercepat finalisasi kesepakatan.

Salah satu capaian penting adalah pengakuan Malaysia terhadap perawat Indonesia sebagai tenaga profesional, bukan lagi pekerja domestik atau informal. Kedua negara kini menjajaki kerja sama antara dewan keperawatan serta peluang kemitraan dengan KPJ Healthcare Group Malaysia untuk mendirikan pusat pelatihan vokasi di Indonesia.

Terkait isu perdagangan orang, pemerintah menyoroti sejumlah daerah berisiko tinggi seperti Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Sumatera, dan Jawa Barat. Kampanye kesadaran serta penindakan terhadap perekrut ilegal menjadi prioritas.

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk mempercepat revisi nota kesepahaman, memperkuat perjanjian bilateral, memperluas kapasitas shelter, serta meningkatkan koordinasi perlindungan pekerja migran Indonesia di Malaysia agar lebih terintegrasi dan responsif terhadap tantangan di lapangan.

TerkaitTRT Indonesia - Konsulat Indonesia pulangkan 217 WNI yang dideportasi Malaysia dari Tawau
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Bus Cahaya Trans beroperasi tanpa izin sejak 2022 terungkap setelah kecelakaan di Krapyak
Sanae Takaichi resmi diangkat sebagai Perdana Menteri Jepang oleh dewan rakyat
Kapal KM Intim Teratai karam di perairan pulau Makian, SAR bergegas lakukan penyelamatan
Pemerintah salahkan OPM atas serangan pesawat sipil di Papua yang tewaskan dua awak
TNI AU uji coba pendaratan F-16 di Tol Lampung sebagai landasan darurat pesawat militer
Bocah 9 tahun tewas tenggelam di Embung Sejuk Cipayung
Lubang raksasa di Aceh terus membesar, pemerintah tutup akses publik
Jakarta hadapi krisis sampah, dari pasar yang berbau menyengat hingga TPA yang nyaris meledak
Bank Indonesia siapkan Rp185,6 triliun uang tunai untuk Ramadan dan Idulfitri
Myanmar mengusir diplomat Timor Leste karena perselisihan atas gugatan kejahatan junta
Rentetan kematian anak picu kekhawatiran krisis kesehatan mental di Indonesia
TNI AL: Kapal induk Garibaldi diharapkan tiba sebelum HUT, juga siapkan kapal RS untuk misi Gaza
Jepang sita kapal nelayan China, insiden memperdalam ketegangan antara kedua negara
Presiden Prabowo terima delegasi Pakistan, bahas kerja sama pertahanan dan dukungan KTT D-8
Ratusan siswa di Sumatera Utara keracunan usai konsumsi makan siang gratis
Konsulat Indonesia pulangkan 217 WNI yang dideportasi Malaysia dari Tawau
Kamboja dorong Filipina perkuat misi pengamat ASEAN di perbatasan
Prabowo klaim MBG lebih baik dari Jepang dan Eropa di tengah kritik fiskal dan keracunan
TNI AU uji coba pendaratan jet tempur F-16 dan super tucano di Tol Lampung
Pemerintah tinjau ulang nasib tambang emas Martabe usai pencabutan izin