Operasi pencarian dan pertolongan gabungan berhasil menemukan satu jenazah korban pesawat milik Indonesia Air Transport yang jatuh saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu sore.
Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa sejumlah bagian pesawat ditemukan di sekitar lokasi kejadian, di antaranya badan pesawat, ekor, serta serpihan jendela.
“Korban laki-laki ditemukan di lereng gunung, sekitar 200 meter di dalam jurang dan tidak jauh dari puing pesawat,” ujar Arif dalam keterangan pers.
Pejabat Basarnas Sulawesi Selatan lainnya, Andi Sultan, mengonfirmasi satu jenazah telah ditemukan. Namun, proses evakuasi baru direncanakan dilakukan pada Senin karena kondisi cuaca di lokasi belum memungkinkan.
Selain penyisiran melalui jalur darat, pencarian juga dilakukan dari udara untuk memperluas jangkauan di sekitar titik jatuhnya pesawat.

Pesawat tersebut jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, yang berada di dalam Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Kota Makassar.
Di dalam pesawat terdapat 11 orang, terdiri dari delapan awak dan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan ketiga pegawai tersebut tengah menjalankan tugas pemantauan sumber daya kelautan dari udara.
Operasi pencarian melibatkan lebih dari 1.000 personel gabungan dari Basarnas, TNI Angkatan Udara, kepolisian, serta relawan. Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayor Jenderal Bangun Nawoko, menyebut medan pegunungan yang terjal serta kabut tebal menjadi kendala utama di lapangan.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat bergantung pada transportasi udara untuk menghubungkan ribuan pulau. Namun, isu keselamatan penerbangan masih menjadi perhatian menyusul sejumlah kecelakaan fatal yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Pada September lalu, sebuah helikopter yang membawa delapan orang jatuh sesaat setelah lepas landas di Kalimantan Selatan dan menewaskan seluruh penumpangnya. Kurang dari dua pekan kemudian, kecelakaan helikopter lain di Distrik Ilaga, Papua, juga menewaskan empat orang.





















