ASIA
2 menit membaca
Filipina unggul dalam persiapan pembangunan pembangkit nuklir di Asia Tenggara – Menteri Energi
Pemerintah telah menetapkan dasar hukum dan kebijakan untuk pendirian Pioneer Nuclear Power Plant, yang akan menjadi pembangkit nuklir komersial pertama di negara tersebut.
Filipina unggul dalam persiapan pembangunan pembangkit nuklir di Asia Tenggara – Menteri Energi
Pemandangan udara pada Minggu, 19 Januari 2025, menunjukkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bataan di Filipina. / AP

Filipina kini berada di garis depan dalam upaya pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di kawasan Asia Tenggara. Negara itu dinilai paling siap dibandingkan negara tetangga seperti Indonesia, Vietnam, dan Malaysia, berkat langkah kebijakan dan infrastruktur kelembagaan yang sudah lebih matang.

Sejak 2022, program energi nuklir nasional kembali aktif melalui pembentukan divisi khusus nuklir di Departemen Energi (DOE) dan penyusunan peta jalan komprehensif yang telah dua kali ditinjau oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Hasil tinjauan menunjukkan kesiapan regulasi dan tata kelola yang kuat untuk mendukung pembangunan fasilitas nuklir komersial pertama di Filipina.

“Indonesia sempat berada di posisi lebih maju, tetapi tidak konsisten karena kewenangan pengelolaan energi nuklir pernah ditarik kembali oleh legislatif. Vietnam juga menunjukkan kemajuan, namun perkembangannya fluktuatif tergantung situasi domestik,” ujar Menteri Energi Filipina Sharon Garin dalam rapat anggaran di Senat.

Kebijakan baru pembangkit nuklir perdana

Menurut laporan media nasional Filipina PNA, Pemerintah telah menetapkan dasar hukum dan kebijakan untuk pendirian Pioneer Nuclear Power Plant, yang akan menjadi pembangkit nuklir komersial pertama di negara tersebut. 

Melalui surat edaran resmi yang diterbitkan pada 2 Oktober 2025, DOE mengatur bahwa fasilitas ini akan berfungsi sebagai pembangkit baseload dengan prioritas penyaluran daya, kontrak jangka panjang, serta akses terhadap berbagai insentif investasi.

Kementerian juga sedang menjajaki model pembiayaan dan kerja sama lintas lembaga bersama Departemen Keuangan, Maharlika Investment Corporation, dan lembaga perencanaan nasional untuk memastikan proyek ini berjalan berkelanjutan. 

Proyek tersebut juga ditetapkan sebagai Energy Project of National Significance, yang memberikan kemudahan perizinan dan percepatan proses pembangunan.

Pada 15 September 2025, pemerintah menandatangani Undang-Undang Republik No. 12305, atau Philippine National Nuclear Energy Safety Act, yang menjadi kerangka hukum keselamatan dan pengawasan tenaga nuklir di Filipina.

Dalam rencana energi jangka panjang, pemerintah menargetkan pembangkit berkapasitas 1.200 megawatt (MW) beroperasi pada 2032, meningkat menjadi 2.400 MW pada 2035, dan mencapai 4.800 MW pada 2050. Laporan dari BMI, unit dari Fitch Solutions, menyebutkan bahwa kematangan regulasi dan dukungan kebijakan yang kuat menempatkan Filipina sebagai negara terdepan dalam pengembangan tenaga nuklir di ASEAN.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia desak komitmen global untuk bebas senjata nuklir: Menlu RI di PBB

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Pertamina siagakan dua supertanker untuk jaga pasokan LPG nasional
Menkomdigi: 200 ribu anak terpapar judi online di Indonesia, 80 ribu diantaranya dibawah 10 tahun
Indonesia dorong kerja sama ASEAN hadapi perdagangan ilegal limbah
Perempuan Rohingya hadapi peningkatan kekerasan seksual di bawah Arakan Army Myanmar
Indonesia kaji ulang bebas visa ASEAN usai penggerebekan markas judi online di Jakarta
7 WNI tewas dalam kecelakaan kapal di perairan Malaysia, 7 masih hilang
Prabowo saksikan penyelamatan kekayaan negara Rp10,27 triliun dan 2,37 juta hektare kawasan hutan
Eks Mendikbud Nadiem dituntut 18 tahun penjara atas kasus pengadaan Chromebook
Satgas Kehutanan tangkap 7 WNA China terkait penambangan emas ilegal di Papua Tengah
Antisipasi Hantavirus: Pemerintah RI siagakan 51 balai karantina, perketat skrining kedatangan
Menkeu Purbaya targetkan ekonomi RI tumbuh di atas 5,5 persen hingga kuartal IV
14 WNI hilang usai kapal migran tenggelam di Perairan Malaysia
Banjir melanda delapan wilayah di Sulawesi Tenggara, 8.616 warga terdampak
TNI AU tingkatkan kemampuan perang siber hadapi ancaman digital modern
14 masih hilang usai kapal migran dari Indonesia tenggelam di perairan Malaysia
Misinformasi terkait vaksin picu lonjakan kasus campak di Indonesia
Gudang bahan kimia di Jakarta Barat terbakar, ledakan beruntun terdengar
Asia bersiap menghadapi gelombang kedua guncangan energi akibat perang Iran
TNI AL terima KRI Canopus-936, perluas kapasitas penyelamatan kapal selam
Ratifikasi kesepakatan berbagi minyak ASEAN ditargetkan rampung sebelum KTT ke-49