Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) Indonesia melanjutkan operasi evakuasi di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, setelah puing-puing pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang ditemukan pada Senin (19/1).
Dalam perkembangan terbaru, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua korban dari lokasi jatuhnya pesawat.
Personel gabungan dari TNI, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta unsur TNI Angkatan Udara dikerahkan ke lokasi kejadian, baik melalui jalur udara maupun darat. Area pegunungan yang terjal menjadi pusat operasi sejak serpihan pesawat teridentifikasi di sekitar puncak Bulusaraung.
Berdasarkan keterangan resmi TNI Angkatan Darat, kedua korban ditemukan di bagian badan dan ekor pesawat yang berada di medan pegunungan ekstrem di Kabupaten Pangkep.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono pada Selasa pagi (20/01) mengatakan proses evakuasi dilakukan sepenuhnya melalui jalur darat dengan teknik mountaineering, menyusul keterbatasan akses udara akibat angin kencang dan kabut tebal yang menyelimuti kawasan tersebut.
Ia menambahkan bahwa personel di lapangan menghadapi tantangan berat berupa kontur medan yang sulit serta cuaca yang tidak menentu. Meski demikian, operasi tetap dilaksanakan secara terkoordinasi dan sesuai prosedur keselamatan.
Donny menegaskan bahwa seluruh unsur SAR akan melanjutkan upaya pencarian dan evakuasi hingga seluruh korban berhasil dievakuasi, dengan mempertimbangkan perkembangan situasi dan kondisi di lapangan.
Pesawat yang dioperasikan Indonesia Air Transport itu sebelumnya kehilangan kontak saat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar dengan membawa 11 orang di dalamnya pada Sabtu (17/01).





















