Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tumbuh 5,39 persen pada kuartal IV 2025, menjadikannya yang tertinggi di antara negara-negara G20. Ia juga menegaskan pertumbuhan tahunan sebesar 5,11 persen menunjukkan kinerja yang tetap kuat.
Pernyataan itu disampaikan Airlangga usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu. “Ini yang tertinggi di G20, dan pertumbuhan tahunan 5,11 persen juga sangat baik,” ujarnya.
Dari sisi sektor riil, aktivitas manufaktur masih berada di zona ekspansi dengan indeks 52,6. Indikator keyakinan konsumen juga meningkat, tercatat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang naik menjadi 127 pada Januari 2026 dari 123,5 pada bulan sebelumnya.
Permintaan domestik turut menguat. Penjualan riil tumbuh 7,9 persen secara tahunan, meningkat signifikan dibandingkan 3,5 persen pada Desember 2025.
Di sektor eksternal, Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar $2,51 miliar pada Desember 2025. Capaian ini menandai surplus berturut-turut selama 68 bulan. Realisasi investasi, baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), mencapai Rp1.931,2 triliun atau setara $111,7 miliar.
Cadangan devisa nasional tetap tinggi di level $154,6 miliar, sementara pertumbuhan kredit tercatat 9,69 persen. Airlangga juga menegaskan peringkat utang Indonesia masih berada pada level layak investasi dari berbagai lembaga pemeringkat global.
Namun demikian, pemerintah mewaspadai perubahan prospek yang dilakukan oleh lembaga peringkat Moody's, yang mempertahankan peringkat Indonesia di level Baa2 tetapi menurunkan outlook dari stabil menjadi negatif pada 5 Februari lalu.
Sejalan dengan keputusan tersebut, Moody’s juga merevisi outlook menjadi negatif terhadap lima bank besar Indonesia, yakni Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Central Asia (BCA), dan Bank Tabungan Negara (BTN).
Pemerintah tengah menyiapkan langkah kebijakan yang tepat guna menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar di tengah dinamika global.








