BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Pertumbuhan ekonomi Indonesia capai 5,39 persen, tertinggi di G20
Cadangan devisa nasional tetap tinggi di level $154,6 miliar, sementara pertumbuhan kredit tercatat 9,69 persen.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia capai 5,39 persen, tertinggi di G20
Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar $2,51 miliar pada Desember 2025. / Arsip Reuters
13 Februari 2026

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tumbuh 5,39 persen pada kuartal IV 2025, menjadikannya yang tertinggi di antara negara-negara G20. Ia juga menegaskan pertumbuhan tahunan sebesar 5,11 persen menunjukkan kinerja yang tetap kuat.

Pernyataan itu disampaikan Airlangga usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu. “Ini yang tertinggi di G20, dan pertumbuhan tahunan 5,11 persen juga sangat baik,” ujarnya.

Dari sisi sektor riil, aktivitas manufaktur masih berada di zona ekspansi dengan indeks 52,6. Indikator keyakinan konsumen juga meningkat, tercatat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang naik menjadi 127 pada Januari 2026 dari 123,5 pada bulan sebelumnya.

Permintaan domestik turut menguat. Penjualan riil tumbuh 7,9 persen secara tahunan, meningkat signifikan dibandingkan 3,5 persen pada Desember 2025.

TerkaitTRT Indonesia - Pertumbuhan ekonomi Indonesia capai level tertinggi tiga tahun terakhir pada Q4 2025

Di sektor eksternal, Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar $2,51 miliar pada Desember 2025. Capaian ini menandai surplus berturut-turut selama 68 bulan. Realisasi investasi, baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), mencapai Rp1.931,2 triliun atau setara $111,7 miliar.

Cadangan devisa nasional tetap tinggi di level $154,6 miliar, sementara pertumbuhan kredit tercatat 9,69 persen. Airlangga juga menegaskan peringkat utang Indonesia masih berada pada level layak investasi dari berbagai lembaga pemeringkat global.

Namun demikian, pemerintah mewaspadai perubahan prospek yang dilakukan oleh lembaga peringkat Moody's, yang mempertahankan peringkat Indonesia di level Baa2 tetapi menurunkan outlook dari stabil menjadi negatif pada 5 Februari lalu.

Sejalan dengan keputusan tersebut, Moody’s juga merevisi outlook menjadi negatif terhadap lima bank besar Indonesia, yakni Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Central Asia (BCA), dan Bank Tabungan Negara (BTN).

Pemerintah tengah menyiapkan langkah kebijakan yang tepat guna menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar di tengah dinamika global.

SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Prabowo pacu transisi energi, targetkan 100 gigawatt tenaga surya
Dolar bergejolak di tengah ketidakpastian perang Iran, investor tetap waspada
Pemerintah RI akan tekan lonjakan harga minyak dengan APBN, subsidi energi berpotensi naik
IHSG anjlok lebih dari 4 persen dipicu lonjakan harga minyak global
Harga minyak melonjak lampaui $105 per barel saat perang terhadap Iran terus berlanjut
Kantor Meta di Jakarta disidak Komdigi, pemerintah tuntut moderasi konten dan transparansi algoritma
Fitch pangkas prospek peringkat kredit Indonesia jadi negatif, soroti ketidakpastian kebijakan
Indonesia alihkan impor minyak ke AS akibat konflik Timur Tengah
Indonesia, AS, dan Jepang gelar konferensi reaktor modular kecil nuklir di Jakarta
Dua kapal Pertamina tertahan di Teluk Persia akibat konflik Timur Tengah
India hadapi risiko serius pasokan minyak akibat konflik Timur Tengah
Claude AI milik Anthropic kembali normal usai gangguan, unduhan melonjak di tengah sengketa Pentagon
BPS: Emas perhiasan catat inflasi 30 bulan beruntun
Inflasi Indonesia melonjak ke 4,76 persen Februari 2026, harga hunian dan emas jadi pendorong
Garuda Indonesia hentikan sementara penerbangan ke dan dari Doha
Harga minyak melonjak 10 persen akibat krisis Iran, berpotensi tembus US$100 per barel
OPEC+ secara prinsip sepakat tingkatkan produksi minyak setelah konflik di Timur Tengah meluas
Pemerintah targetkan ekonomi berbasis AI tumbuh hingga 9 persen
AS berikan hibah $2,49 juta dukung pengembangan Kota Cerdas Nusantara
First Resources bayar US$5,6 juta ke pemerintah RI terkait lahan sawit bermasalah