BISNIS DAN TEKNOLOGI
3 menit membaca
Indonesia–Turkiye perkuat kemitraan, incar investasi industri manufaktur, energi hingga pertahanan
Dalam kunjungannya ke Turkiye, selain bertemu dengan rekan Menteri Turkiye, Menperin Agus Gumiwang juga melakukan pertemuan bisnis dengan perusahaan-perusahaan besar seperti Karadeniz Holding, Kale Group, Erisler, dan Tumosan.
Indonesia–Turkiye perkuat kemitraan, incar investasi industri manufaktur, energi hingga pertahanan
Menperin RI bertemu Menperin dan Teknologi Turkiye, diikuti pertemuan bisnis dengan sejumlah perusahaan industri besar di Turkiye. (Foto: Menperin)

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menggelar pertemuan bisnis dengan sejumlah perusahaan industri besar di Turkiye. Langkah ini bertujuan memperkuat hubungan manufaktur Indonesia–Turkiye, menarik investasi langsung, serta membuka jalan bagi keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok global.

Agus menegaskan bahwa agenda tersebut menjadi awal penyusunan strategi jangka panjang bagi kerja sama sektor industri kedua negara. 

“Kami ingin agar kemitraan ini bersifat berkelanjutan, saling menguntungkan, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian,” ujarnya dalam keterangan tertulis resmi, Selasa, 23 September.

Menperin dalam pertemuan bisnisnya di Turkiye bertemu dengan perusahaan-perusahaan besar seperti Karadeniz Holding, Kale Group, Erisler, Tumosan.

Dalam pertemuan dengan Karadeniz Holding, perusahaan Turkiye yang bergerak di bidang energi, keuangan, hingga logistik, pihak perusahaan menyampaikan minat menjajaki kerjasama shipyard (galangan kapal) serta penyediaan powership (Energi). 

Mereka juga membuka peluang terlibat dalam proyek energi di Indonesia, termasuk di Batam yang tengah berkembang sebagai pusat industri dan data center.

Kale Group, produsen keramik dan material bangunan terbesar di Turkiye, tertarik untuk mendukung program nasional pembangunan tiga juta rumah rakyat. Selain keramik, Kale juga memiliki portofolio di industri pertahanan dan dirgantara yang berpotensi dikembangkan bersama Indonesia.

Pertemuan juga dilakukan dengan Erisler, perusahaan produsen pangan Turkiye yang telah menyalurkan tepung terigu untuk pakan hewan di Indonesia. Ke depan, perusahaan ini berniat memperluas usaha ke sektor industri makanan.

Selain itu, Agus juga berdiskusi dengan Tumosan, produsen traktor dan mesin diesel domestik Turkiye. Tumosan bahkan menyatakan kesiapan membangun fasilitas produksi di Indonesia, asalkan ada permintaan dengan skala ekonomi memadai. Kerja sama ini dinilai sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan. 

Menperin, dalam pernyataan tersebut mengatakan bahwa pemerintah siap memberi dukungan melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40 persen agar produk mereka dapat terserap di pasar domestik Indonesia.

TerkaitTRT Indonesia - Turkiye dan Indonesia fokus pada hubungan pertahanan strategis dalam kunjungan Erdogan

Agus juga menekankan potensi Indonesia sebagai hub perdagangan produk-produk Turkiye di Asia, berbekal posisi strategis dan sejumlah perjanjian dagang internasional yang sudah terjalin. 

“Indonesia siap menjadi pusat distribusi produk industri Turkiye untuk memperluas akses ke pasar regional,” tegasnya.

Melalui kemitraan tersebut, pemerintah menargetkan tiga manfaat utama: masuknya investasi langsung, peluang kolaborasi teknologi dan riset, serta keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok global. 

“Dengan hadirnya fasilitas produksi dari perusahaan Turkiye, daya saing industri nasional meningkat, tenaga kerja terserap, dan akses pasar global makin terbuka,” pungkas Menperin.

Hubungan strategis Indonesia-Turkiye

Indonesia dan Turkiye kembali menegaskan komitmen memperkuat kerjasama komprehensif di sektor industri, disampaikan dalam pertemuan Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dengan Menperin dan Teknologi Turkiye, Mehmet Fatih Kacir di sela Teknofest Istanbul. 

Agus menyebut Indonesia tengah menyiapkan roadmap kolaborasi jangka panjang, termasuk dengan perusahaan besar Turkiye yang berminat berinvestasi di Indonesia, seperti Sanko Holding, Arcelik, dan Kordsa.

Momentum ini semakin kuat dengan hasil High-Level Strategic Cooperation Council (HLSC) pada Februari 2025, yang menghasilkan 12 nota kesepahaman antar-pemerintah Indonesia-Turkiye dan 10 kesepakatan bisnis, termasuk kerja sama di migas, pertahanan, hingga pengembangan drone.

Perusahaan pertahanan dan kedirgantaraan Turkiye seperti TAI, Aselsan, Roketsan juga termasuk dalam daftar perusahaan Turkiye yang telah masuk ke pasar Indonesia baik melalui investasi langsung ataupun joint venture (proyek gabungan). Saat ini, TAIS shipyard bekerjasama dengan PT PAL Indonesia untuk mengembangkan fregat kelas Istiif.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Turkiye pada April 2025 turut memperluas kerja sama di sektor baterai kendaraan listrik, energi terbarukan, tekstil, hingga vaksin. 

Kedua negara juga menyepakati penyelenggaraan Joint Committee Meeting pertama pada Juni 2025, dengan agenda awal pengembangan SDM industri, techno park, serta forum investasi.

TerkaitTRT Indonesia - Dari kapal hingga senjata kelautan, Indonesia tandatangani sejumlah kemitraan maritim dengan Turkiye

SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Permintaan India melemah, pemerintah turunkan harga referensi minyak kelapa sawit Juni 2026
Prabowo–Macron luncurkan dewan bisnis RI–Prancis, kesepakatan capai $3,5 miliar
Pertamina Patra Niaga turunkan harga avtur hingga 10 persen per hari ini
Pemerintah siapkan DSI jadi pintu tunggal ekspor komoditas strategis, berlaku mulai 1 Juni
Malaysia berlakukan larangan media sosial untuk usia di bawah 16 tahun secara nasional
Pertamina EP temukan cadangan migas baru di Musi Banyuasin berkapasitas 1.857 BOPD
Pembentukan DSI memicu kegelisahan di sektor pertambangan Indonesia: Laporan
Jelang Iduladha 2026, harga cabai hingga daging sapi di Jakarta mulai naik
China luncurkan misi Shenzhou-23, astronaut akan tinggal setahun di orbit demi target ke Bulan
Indonesia, Singapura perluas kolaborasi strategis di sektor ekonomi dan teknologi
PGN siap serap LNG Blok Masela untuk perkuat pasokan energi nasional
OJK revisi aturan bursa karbon demi dorong transaksi pasar
Danantara bentuk DSI untuk atur perdagangan komoditas strategis
Bank Indonesia perluas opsi mata uang devisa ekspor selain dolar AS
Industri migas Indonesia catat penggunaan produk lokal US$1,5 miliar hingga April 2026
Kementerian ESDM resmi tawarkan investasi 13 wilayah kerja migas di IPA Convex 2026
SpaceX milik Elon Musk siap gelar IPO besar-besaran, bidik valuasi Rp28 kuadriliun
Pasar Indonesia tertekan, Singapura maju sebagai pasar saham terbesar ASEAN
Prabowo targetkan Rupiah 2027 di Rp16.800–17.500, siapkan kebijakan untuk redam tekanan
BI naikkan suku bunga acuan jadi 5,25 persen untuk jaga rupiah